18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pustaka Lapas Tanjung Pati Kekurangan Buku Bacaan

LIMAPULUH KOTA, KP – Meski memiliki ratusan buah koleksi buku berbagai jenis, namun keberadan buku bacaan di Ruang Pustaka Lembaga Pembinaan Khusus Anak/LPKA Tanjung Pati atau Lapas Tanjung Pati belum sesuai dan tidak menyentuh kebutuhan anak-anak yang dibina di Lapas Kelas II B itu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala LPKA Tanjung Pati, Ronald Heru Praptama melalui Kasi Pembinaan Masri Fabrar didampingi Staf Pembinaan Sri Hayati, Selasa sore (20/10). Menurutnya, ratusan buku yang berjejer di rak buku pustaka Lapas lebih sesuai untuk kalangan mahasiswa. Sehingga ia berharap ada pihak yang peduli dan membantu untuk menambah koleksi buku di Lapas tersebut.

“Untuk koleksi buku yang ada di Pustaka Lapas Tanjung Pati saat ini memang relatif banyak, namun tidak menyentuh sesuai umur anak-anak warga binaan kita yang ada di sini. Buku yang ada lebih cenderung untuk bacaan mahasiswa. Kita berharap, ke depan ada bantuan buku dari pihak yang peduli untuk anak-anak kita di sini,” ucap Masri Fabrar.

Masri juga menambahkan, buku-buku yang saat ini butuhkan di LPKA untuk warga binaan anak-anak adalah buku cerita ringan, motivasi, autobigorafi orang suskes serta buku-buku yang sifatnya edukasi. “Saat ini kita membutuhkan buku-buku bacaan sesuai umur anak-anak kita yang dibina di sini. Walaupun buku cerita komik, namun jika ada unsur edukasi tentu akan sangat bermanfaat. Termasuk buku cerita Nabi-nabi dan kepahlawanan,” terangnya.

Sementara itu LPKA Tanjung Pati merupakan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II B yang menampung/membina mereka yang tersangkut persoalan hukum. Saat ini, di LPKA yang berada di Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau itu terdapat puluhan warga binaan yang tersandung berbagai persolan, baik kasus narkoba, asusila dan pencurian.

Sementara terkait kunjungan dari pihak luar maupun keluarga warga Binaan ke LPKA Tanjung Pati, hingga saat ini masih belum dilakukan secara tatap muka. Hal tersebut dilakukan untuk mengantispasi penyebaran Covid-19 di dalam Lapas dan Kabupaten Limapuluh Kota secara umum. (dho)