24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

2021, Pembangunan Infrastruktur yang Tertunda Akan Dilanjutkan

PADANG, KP – Pembangunan sejumlah infrastrukur tahun ini yang sempat tertunda akibat pandemi covid-19 akan dilanjutkan pembangunannya di tahun 2021 mendatang.Kepala Bappeda Kota Padang Medi Iswandi mengatakan pembangunan infrastruktur yang akan dilanjutkan pembangunannya di 2021 antara lain gedung DPRD Padang, kantor Camat Padang Barat, kantor Camat Padang Timur.

Kemudian ada beberapa kantor lurah yakni dua kantor lurah di Lubuk Begalung, satu kantor lurah di Kecamatan Lubuk Kilangan, dan juga kantor Camat Lubuk Kilangan.

“Anggaran pembangunan untuk kantor lurah tersebut sebesar Rp4 miliar,” ucap Medi, kemarin.

Untuk gedung DPRD, rencana awalnya dibangun tahun ini. Namun karena adanya pandemi maka dana pembangunannya direfocussing untuk penanganan covid-19.

“Pada tahun ini kita telah mengalokasikan untuk gedung DPRD sebesar Rp 21 miliar, namun ditunda dan dianggarkan lagi di tahun 2021. Dana yang dianggarkan sebesar Rp33 miliar,” jelas Medi.

Tak hanya gedung DPRD, dana untuk lanjutan pembangunan kantor Camat Padang Barat, kantor Camat Padang Timur, termasuk juga beberapa kantor lurah juga direfocussing.

“Kantor Camat Padang Barat konstruksi utamanya sudah selesai, tinggal penyelesaian dianggarkan dana sebesar Rp6,7 miliar. Lalu kantor Camat Padang Timur Rp15 miliar sampai selesai,” jelasnya.

Siapkan Anggaran Ratusan Miliar untuk Penanganan Covid-19

Sementara itu, Pemko Padang menyiapkan anggaran ratusan miliar untuk penanganan pandemi covid-19 di tahun 2021 mendatang. Dana tersebut digunakan untuk pencegahan, pengobatan hingga melengkapi peralatan medis di rumah sakit.

Medi Iswandi mengatakan untuk penanganan covid-19, Pemko Padang menganggarkan dana lebih dari Rp150 miliar. “Untuk RSUD saja kita menganggarkan dana sekitar Rp42 miliar. Dana ini fokus untuk menangani covid-19,” katanya.

Kemudian Dinkes dianggarkan dana lebih kurang sebesar Rp58 miliar untuk beberapa program. Lalu ada dana untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp10,8 miliar untuk BLT. Dijelaskannya, jika kondisi benar-benar buruk, maka akan ada lagi refocussing anggaran di tahun 2021. Tentu pemerintah akan menyiapkan lagi BLT kepada masyarakat yang terdampak. “Namun kita berharap ekonomi tidak lumpuh,” harap Medi Iswandi sembari bersyukur pemerintah pusat memberikan beragam jenis BLT kepada masyarakat. Ada bantuan yang diberikan kepada pekerja yang upahnya di bawah Rp5 juta, ada juga bantuan bagi pelaku UMKM, dan sejumlah bantuan lainnya. (ip)