9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Banjir Hantam Bonjol dan Simpati, Kerugian Capai Rp6,1 Miliar

LUBUKSIKAPING,KP-Banjir menerjang ratusan rumah serta sejumlah fasilitas umum didaerah Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Kamis malam (22/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut namun kerugian materil akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai Rp6,1 miliar.

Camat BonjolAfnita, Jumat (23/10), mengatakan besarnya kerugian materil yang dialami itu akibat banyaknya fasilitas umum yang rusak diterjang banjir. Menurutnya banjir itu disebabkan tingginya curah hujan dan meluapnya Batang Malandu maupun Batang Padang Bubus.

Kerugian yang ditimbulkanantara lain di Nagari Ganggo Hilia yakni putusnya Jembatan labuah Kaciak Jorong Pasar, putusnya Jembatan pendek Padang bubus, dan hanhutnya jembatan penyeberangan warga antara Kampung Sianok dan Pasar.

Kemudian, beronjong pengaman MTSN 4 Pasaman roboh, tembok penahan jembatan di Jorong Kampung Talang roboh, dan saluran irigasi Banda Tanjung Bungo amblas.Selanjutnya tebing saluran irigasi dan area persawahan masyarakat Tanjung Bungo rusak berat, jalan aspal sepanjang Jorong Kampung Talang sampai ke Simpang Tugu rusak, jalan Rambai Jorong Pasar putus, dan jembatan gantung Jorong Kampung Sianok putus.

Banjir juga mengakibatkan meluapnya kolam-kolam ikan milik UPR Bukik Putuih Mandiri Jorong Kampung Caniago.

“Belum lagi ratusan rumah warga yang tergenang air. Alhamdulillah, tidak ada yang mengalami rusak berat. Saat ini warga sibuk membersihkan sisa material banjir yang masuk kerumahnya,” katanya.

Sementara untuk Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol,kerugian yang dialami yakni sayap bendungan Lubuak Ambacang jebol dan terkikisnya tebing aliran sungai Alahan Panjang.

“Tim dari Dinas PUPR Kabupaten Pasaman sudah turun ke lokasi mengecek kerugian materil. Setelah ditaksir tim dari Dinas PUPR, kerugian materil dari dampak banjir ini untuk di Kecamatan Bonjol saja mencapai Rp5 miliar,” katanya.

Banjir juga menerjang sejumlah rumah dan fasilitas umum di Nagari Simpang, Kecamatan Simpati.Walinagari SimpangAdek Jumailis mengatakan banjir menerjang tujuh rumah warga dan sejumlah jembatan penghubung didaerah itu.

“Untuk jembatan pontong Padang Baru Labuah Lamo terputus dihantam banjir. Kemudian nendungan irigasi Bukik Koto rusak berat, irigasi Kampung Kadok juga rusak, dan merendam sekitar 10 hektare areal persawahan masyarakat. Setelah dihitung oleh Tim Dinas PUPR Pasaman, semua kerugian materil di Nagari Simpang ini mencapai Rp1,1 miliar,” kata Adek Jumailis. (nst)