28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

DIKENDALIKAN WNA ASAL MALAYSIA, Polisi Gulung Komplotan Pelaku Skimming

PADANG, KP – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang menggulung komplotan pelaku skimming yang telah beraksi di beberapa mesin ATM milik BNI di Kota Padang.

Aksi skimming komplotan yang terdiri dari lima orang ini dikendalikan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang kini masih buron.Sementara kelima Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Sumatra Utara tersebut hanya sebagai eksekutor. Mereka masing-masing bernama Mangiring Laia (31 tahun), Satria Wibowo (27 tahun), Roland Reza Lubis (35 tahun), Sakban Daulay (34 tahun), dan Jamal Alamsyah Sagala (24 tahun).

“Para WNI ini hanya eksekutor, tapi data dan uang nasabah pindah ke Malaysia. Dikendalikan seseorang yang mereka panggil dengan sebutan ‘mas’,” kata Kapolresta PadangAKBP Imran Amir kepada wartawan saat jumpa pers di mapolresta, Jumat (23/10).

Imran mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik kelima pelaku di salah satu mesin ATM BNI. Kemudianpihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.Ternyata, mesin ATM itu telah dipasang chip dan kamera mini persis berada di atas tombol pin dan lubang kartu. Pihak kepolisian selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan para pelaku.

“Anggota Polsek Lubuk Begalung di-backup jajaran satreskrim akhirnya bisa menangkap lima orang yang melakukan ilegal akses ini. Para pelaku waktu itu berkumpul di salah satu hotel Red Doors,” jelasnya.

Imran mengungkapkanpihaknya akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memburu aktor di balik aksi skimming tersebut. Kerjasama juga dilakukan dengan manajemen BNI di Padang terkait data nasabah.

“Ini kejahatan luar biasa, menyangkut teknologi pengambilan akses data nasabah perbankan. Kami kerjasama dengan bank terkait dan Mabes Polri,” ujarnya.

Sekadar informasi, dalam kasus ini skimming adalah tindakan pencurian informasi/data kartu ATM dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu. Strip magnetik kartu adalah garis lebar hitam yang terletak di bagian belakang kartu. Strip magnetik ini merupakan tempat tersimpannya informasi mengenai kartu tersebut.

Proses skimming dilakukan menggunakan alat (skimmer) yang ditempelkan pada slot kartu di mesin ATM. Skimmer ini biasa dibuat menyerupai bentuk mulut slot kartu ATM, sehingga sekilas terlihat sama. Saat kartu dimasukan ke ATM dan melalui skimmer yang ditempelkan tersebut, maka skimmer akan merekam informasi dari kartu tersebut. Selanjutnya, kamera tersembunyi yang diletakkan pelaku akan merekam saat pemilik kartu memasukkan PIN di mesin ATM. Kemudian, pelaku bisa langsung menduplikat kartu ATM menggunakan data yang telah didapatkan dari alat skimming ke kartu lain yang masih kosong. Pelaku bisa menggunakan kartu duplikat tersebut untuk mengambil uang di ATM dengan PIN yang didapat melalui rekaman kamera tersembunyi.

PELAKU AHLI IT HINGGA TUKANG PANTAU

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan kelima pelaku memiliki peran berbeda-beda. Mulai dari ahli teknologi informasi hingga koordinator penghubung ke WNA Malaysia yang menjadi otak di balik aksi skimming itu.

“Pelaku atas nama Sakban langsung berhubungan dengan orang Malaysia. Dia juga pernah bertemu dengan orang Malaysia itu,” kata Imran.

Selanjutnya, pelaku bernama Mangiring dan Jamal berperan mengirim data nasabah BNI ke Warga Negara Malaysia tersebut. Sedangkan Roland membantu saat beraksi di mesin ATM.

“Mesin ATM incaran mereka sudah dipasang chip dan dilengkapi kamera sehingga nomor pin yang dipencet nasabah terlihat di kamera yang mereka pasang. Saat bersaksi, dua orang memantau di luar mesin ATM,” jelasnya.

Dari pengakuan pelaku,druasi chip dan kamera yang dipasang di mesin ATM adalah tiga jam. Dalam kurun waktu itu, data nasabah yang melakukan penarikan uang akan didapatoleh pelaku.

“Selama tiga jam orang transaksi, data bisa mereka sedot menggunakan jaringan WiFi dan laptop. Data itu dikirim ke Malaysia. Alat-alat untuk melakukan tindak skimming ini dikirim langsung dari Malaysia,” ujarnya.

Imran menegaskandata nasabah yang telah dirangkum para pelaku masih tersimpan di laptop yang kini menjadi salah barang bukti. “Sengaja dimatikan laptop, kalau hidup data yang ada bisa dihilangkan oleh orang Malaysia itu,” tuturnya.

Kejahatan para pelaku ini sangat terorganisir. Polresta Padang akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memburu aktor utama di balik tindak pidana skimming yang didanai seorang Warga Malaysia tersebut. (Irwanda/ABW)