18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KPU Sumbar Targetkan Pengadaan Logistik Pilkada Selesai Akhir November

PADANG, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat menargetkan untuk menyelesaikan kebutuhan logistik di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Serentak di daerah itu pada akhir November.

Ketua KPU Sumbar Amnasmenmengatakan ada tiga jenis kebutuhan logistik yang sedang disiapkan untuk hari pencoblosan yakni logistik kesehatan, surat suara, dan kebutuhan di setiap TPS. Menurutnya, untuk logistik protokol kesehatan setiap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan kondisi saat ini

“Jadi ada logistik untuk kesehatan, kita lakukan lelang pengadaan untuk kabupaten kota dan provinsi,” katanya, Jumat (23/10).

Sementara untuk surat suara yang digunakan saat pencoblosan masih dalam proses pelelangan.Kemudian logistik untuk kebutuhan di setiap TPS diperkirakan dalam minggu akan ada petunjuk teknis lebih lanjut tentang logistik dari KPU RI.

Menurut dia dalam pilkada kali ini ada peningkatan kebutuhan logistik karena adanya tambahan perlengkapan kesehatan seperti hand sanitizer, masker, sarung tangan sekali pakai, tempat cuci tangan, paku pencoblosan, dan lainnya.Kemudian peningkatan lainnya ada perbedaan proses penghitungan suara di TPS nantinya karena saat ini harus dilakukan sesuai standar protokol kesehatan.

Ada sejumlah perbedaan saat pilkada kali seperti digunakannya tinta tetes, bukan tinta celup seperti sebelumnya untuk menandakan bagi yang sudah mencoblos.Pemilih juga memakai sarung tangan plastik saat mencoblos di bilik suara. Logistik ini sudah siapkan sejak sekarang, awal November sudah ditunjuk pemenang pengadaannya dan akhir November ini logistik sudah sampai ke sini.

Di Sumbar sendiri ada 12.582 TPS tersebar dan setiap TPS akan ada tiga bilik pencoblosan dan dua kotak suara.Selain itu ada juga bilik khusus bagi mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius agar tidak bercampur dengan orang yang suhu tubuh normal.

“Kami juga akan melakukan simulasi untuk mengetahui secara real berapa kebutuhan kita di TPS, nanti akan tergambar di proses itu” kata Amnasmen. (ant)