18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kuota Gas Elpiji 3 Kg di Sumbar Tersisa 6,5 Juta Tabung

PADANG, KP – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyebutkan kuota gas bersubsidi atau gas 3 kg di Sumatera Barat tinggal 6,5 juta tabung hingga akhir 2020 dan ketersediaan tersebut harus dijaga hingga akhir tahun 2020.

Pjs. Unit Manager Comm Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Nurhidayanto dalam keterangan tertulisnya di Padang, Kamis (23/10), mengatakan sisa kuota ini haru dijaga bersama dan Pertamina menetapkan satu kepala keluarga hanya boleh membeli satu tabung elpiji bersubsidi.

Dari catatan Pertamina, sepanjang Juli hingga September 2020 penyaluran gas bersubsidi 3 kg di Sumatera Barat mencapai 9,5 juta tabung.Selain itu penjualan gas non subsidi seperti Bright Gas penjualan dalam periode yang sama yaitu satu juta tabung.

Kemudian, untuk memperluas layanan Pertamina kepada masyarakat terutama penjualan gas bersubsidi dan non bersubsidi melakukan penambahan pangkalan melalui prgram satu desa satu pangkalan. Program ini bertujuan untuk memperluas ketersedian, kemudahan akses, dan keterjangkauan elpiji ke masyarakat khususnya wilayah-wilayah pelosok yang sebelumnya tidak memiliki pangkalan resmi.

Selama ini kehadiran pengecer mengakibatkan elpiji 3 kg dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pertamina. Kehadiran pengecer ini juga mendorong pasokan elpiji di pangkalan cepat habis dan umumnya mereka membeli berpindah dari satu pangkalan ke pangkalan lain.Melalui program satu desa satu pangkalan, masyarakat lebih mudah menjangkau pangkalan dan diharapkan dapat mengurangi pengecer.

Nurhidayanto mengatakan untuk Sumatera Barat, program satu desa satu pangkalan kini sudah hadir 100 persen di seluruh nagari. Sebanyak 3.369 pangkalan dan 107 agen elpiji 3kg hadir di 18 kota dan kabupaten, 169 kecamatan, dan 1.116 nagari atau desa di Sumbar.

Program satu desa satu pangkalan juga bekerja sama dengan nagari seperti di Kabupaten Sijunjung, pangkalan elpiji 3 kg subsidi bekerja sama dengan BUMNag ataupun Bumdes sehingga program ini juga menjadi penyumbang ekonomi bagi nagari.

“Penambahan pangkalan tidak berarti alokasi kuotanya juga bertambah. Kuota sudah ditetapkan pemerintah, tidak berubah. Sebelum program ini, di Kota Solok terdapat 47 pangkalan dengan rata-rata alokasi 977 tabung per pangkalan. Setelah adanya program ini, jumlah pangkalan di Kota Solok menjadi 59 pangkalan dengan rata-rata alokasi jadi 778 tabung per pangkalan,” katanya. (ant)