27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

ANTISIPASI PENULARAN COVID-19 DI WAKTU LIBUR PANJANG, Objek Wisata Bukittinggi Bakal Perketat Protokol Kesehatan

BUKITTINGGI, KP – Pjs Walikota Bukittinggi Zaenuddin bersama Forkompimda Bukittinggi dan Seketaris Daerah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020. Hal itu sebagaimana yang ditetapkan dalam Keppres No 17 tahun 2020 tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bukittinggi Command Center (BCC) Balaikota Bukittinggi, Kamis (22/10).

Rakor yang digelar secara virtual melalui video conference tersebut bertujuan sebagai langkah antisipasi guna mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 selama pelaksanaan libur panjang bersama yang dipimpin Menko Bidang Polhukam Mahfud MD didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, pekan depan ada cuti bersama dan hari libur, yakni pada 29 Oktober yang merupakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ada dua hari cuti bersama pada pekan itu. Yakni pada 28 dan 30 Oktober 2020 sesuai Keppres No.17 tahun 2020. “mengingat waktu liburan cukup panjang, maka perlu dilakukan antisipasi terhadap kerawanan di bidang lalu lintas udara, darat dan air. Termasuk antisipasi kerawanan pada kegiatan kepariwisataan, keagamaan dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Menko Bidang Polhukam, Mahfud MD mengatakan, libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober itu sangatlah rentan dan potensial dengan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Seperti terjadinya kerumunan massa di tempat wisata, reunian, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Mengingat potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan, hal ini harus diantisipasi agar tidak terjadi penularan Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian dikatakannya, terkait perayaan keagamaan, negara sangat menghormatinya. Oleh sebab itu ada penetapan hari libur untuk setiap perayaan keagamaan, tetapi Indonesia bukanlah negara agama, juga bukan negara sekuler. “Indonesia adalah negara yang beragama,” sebutnya. 

Kemudian Mahfud juga berharap agar perayaan Maulid Nabi tahun ini dapat diambil hikmahnya, tanpa melanggar protokol kesehatan. ”Harusnya ada perubahan lebih baik dari sebelumnya atas peringatan Maulid Nabi ini, salah satunya dengan tidak melanggar protokol kesehatan,” tuturnya.

Untuk itu Mahfud meminta para pimpinan daerah dan Forkompimda dapat berkoordinasi guna meningkatkan antisipasi potensi pelanggaran protokol kesehatan selama libur panjang dan cuti bersama Oktober ini di daerah masing-masing.

Sementara itu Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin yang dihubungi usai Rakor mengatakan, akan menindaklanjuti apa yang telah menjadi arahan dan penekanan dalam Rakor tersebut.

“Kita siap menindaklanjuti terkait poin-poin yang disampaikan pada rakor tadi dan kita siap memberikan edukasi kepada masyarakat agar selama melaksanakan libur panjang dapat senantiasa menjalankan protokol kesehatan. Apalagi Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata utama di Sumatra Barat tentunya akan ramai dikunjungi wisatawan di akhir bulan ini. Untuk mencegah terjadinya resiko penularan, kita akan berlakukan protokol kesehatan ketat di objek wisata,” pungkasnya.

Usai Rakor, Pjs Walikota Gelar Rapat di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Sementara itu Pjs Walikota Bukittinggi Zaenuddin kembali menggelar rapat di rumah dinas Walikota Belakang Balok Bukittinggi, Jumat (23/10) malam. Rapat tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah, Asisten I, II dan III, Kepala SKPD serta Camat.

“Kami telah mengikuti Rakor yang dipimpin Menko Bidang Polhukam, di mana sesuai Keppres No.17 tahun 2020 yang mengatur tentang Cuti Bersama Pegawai ASN bulan ini jatuh pada 28 dan 30 Oktober 2020 sehingga menjadikan hari libur cukup panjang. Hal ini sangat rawan dan berpotensi terjadinya penambahan kasus Covid-19 di Bukittinggi. Mengingat kota kita adalah kota tujuan wisata utama di Sumatra Barat, untuk itu perlu diantisipasi lebih awal,” ulasnya.

Kemudian lanjutnya, kepada masing-masing SKPD terkait, baik yang berhubungan dengan objek wisata, pengendalian arus lalu lintas dan parkir, pengamanan dan kebersihan kota maupun SKPD terkait lainnya diminta untuk menyampaikan dan mempresentasikan upaya antisipasi dan langkah-langkah yang akan dilakukan nantinya. Dia menegaskan kepada seluruh SKPD agar semua sesuai SOP yang ada, dan juga diingatkan bahwa di objek wisata baik yang berbayar dan tidak berbayar di masa libur panjang sangat rentan dan potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

Lebih lanjut dijelaskannya, nantinya diperkirakan Lubang Jepang, Kandang Aviary di TMSBK dan Taman Jam Gadang akan ramai dikunjungi. Untuk itu harus dilakukan upaya agar tidak terjadinya penumpukan massa dan bagaimana untuk mensiasatinya agar sesuai protokol kesehatan. Begitupun dengan hotel, rumah makan maupun masjid-masjid di pinggir jalan nantinya yang akan menerima pengunjung juga benar-benar menerapkan sesuai protokol kesehatan. kemudian Camat diminta agar lebih mengawasi pesta pernikahan, karena di masa libur ada kemunginan banyaknya pesta pernikahan.

“Libur panjang ini harus kita waspadai. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang di Bukittinggi,” ujar Zaenuddin mengingatkan. (eds)