9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Razia Marker, Satpol PP Payakumbuh Jaring Pembawa Tuak

PAYAKUMBUH, KP – Saat melakukan operasi yustisi penegakan Perda AKB di sekitar kawasan Pasar Ibuh,petugas Covid-19 Kota Payakumbuh mendapati seorang pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker membawa 6 buah jerigen berisi tuak.

Kepala Satpol PP Payakumbuh, Devitra menyebutkan, warga yang tertangkap tangan membawa tuak tersebut mengaku hendak membawa minuman memabukan itu ke kawasan Labuah Basilang, Kota Payakumbuh.

“Terhadap warga yang ketahuan membawa tuak ini, ada dua Perda yang dilanggarnya. Untuk Perda AKB, tadi dia memilih sanksi administrasi dengan membayar denda sebesar Rp100 ribu. Tapi penegakan Perda 12 Tahun 2016, tetap kita laksanakan. Artinya, pria itu kita tuntut ke Pengadilan karena telah tertangkap tangan membawa minuman keras, jumlahnya lumayan banyak pula,” kata Devitra.

Sementara itu pada razia AKB yang dilakukan Sabtu (24/10) tersebut, ada sebanyak 54 orang terjaring razia, 6 di antaranya memilih sanksi administrasi dengan membayar denda dan sisanya melakukan kerja sosial.

Salah satu warga, Tari kepada media menyampaikan apresiasi kepada petugas Covid-19 atas razia yang dilakukan tersebut. Menurutnya, setidaknya operasi yustisi itu tak hanya dapat melawan Covid-19, tetapi juga melawan bentuk pelanggaran terhadap Perda lainnya, termasuk perda Pekat.

“Mantap ini, Pak. Sudahlah tak pakai masker, malah bawa tuak pula. Bisa rusak kampung kita sama aksi orang seperti ini. Kami selaku warga, menyampaikan terimakasih atas penegakan aturan yang dilakukan Satgas Covid-19. Jangan biarkan Covid-19 menyebar dan maksiat merajalela,” ungkapnya. (dst)