28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

8 Prioritas Pelanggaran Jadi Target Operasi Zebra

SIJUNJUNG, KP – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sijunjungmenggelar Operasi Zebra 2020. Kegiatan razia ini dilakukan menjelang libur panjang, tepatnya mulai Senin (26/10) dan berlangsung selama dua pekan.

Seperti kegiatan sebelumnya, beberapa jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara, baik mobil maupun sepeda motor, siap menjadi incaran utama kepolisian.

Mengingat Ops Zebra tahun ini dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19, penindakan bukan hanya dengan tilang akan tetapi juga dengan teguran terkait protokol kesehatan.

Kasat Lantas Polres Sijunjung, IPTU Ghanda Novidiningrat Gunawan menuturkan,Operasi Zebra yang digelar selama dua minggu (26 Oktober-8 November 2020) itu dimaksudkan untuk menurunkan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sijunjung.

Lalu tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preventif dan persuasif juga humanis.

“Diharapkan tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) lantas yang aman dan nyaman,” terang Kasat Lantas.

Ia menyebut, target operasi dalam razia ini adalah 8 prioritas pelanggaran yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), menggunakan handphone saat berkendaraan, knalpot brong/racing, boncengan tiga, melawan arus, kelebihan muatan, over dimensi, dan juga untuk kendaaran roda empat yang tidak menggunakan safety belt (sabuk keselamatan) saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Sijunjung ini menjelaskan, polisi lalu lintas (Polantas) sebagai pengerak revolusi mental dan pelopor ketertiban di jalan raya serta pelopor keselamatan dalam Operasi Zebra yang dilaksanakan akan mengedepankan giat preemtif, preventif dan penegakan hukum guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas dalam pencegahan atau penularan Covid-19 di jalan.

“Kami mengimbau masyarakat Sijunjung, agar melengkapi surat kendaraannya saat mengemudi, mulai SIM dan STNK untuk kendaraan bermotor. Lalu bagi pengendara sepeda motor juga wajib menggunakan helm SNI dan pengemudi mobil wajib menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan,” terang Iptu Ghanda Novidiningrat Gunawan. (shd)