19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

ASN R Mengaku Tidak Tahu Buku Nikah yang Digunakannya Hasil Curian

LUBUKSIKAPING,KP-Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pasamanberinisial R yang dilaporkan ke Polres Pasbar membantah menggunakan buku nikah ilegal hasil curian di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat. Kasus pencurian ribuan buku nikah itu sendiri terjadi tahun 2017 silam

ASNR melalui penasehat hukumnyaDeni Syahputra, Senin (26/10), mengatakan buku nikah yang dimaksud itu diperoleh dari salah seorang pensiunan di KUA Bonjol berinisial ZA.

“Karena R menjalani nikah siri sambil menunggu nikah secara resmi menurut undang-undang, makanya digunakan buku tersebut untuk jaga-jaga saja,” terang Deni Syahputra.

Menurutnya, R menjalani nikah siri dengan perempuan berinisial TJ pada awal Maret 2020 ketika pandemi covid-19 merebak.Ketika mengurus nikah, diperoleh buku nikah sementara dari ZA. Buku nikah itulalu diisi sebagai pegangan. Namun sadar hal itu tidak benar, maka buku nikah itu tidak diisi penuh dan hanya sebagai pegangan.

“Berdasarkan buku itulahmantan istri siri R berinisial I melaporkannya ke Polres Pasbar karena diduga buku itu adalah salah satu buku yang hilang di Kemenag Pasbar,” katanya.

Ia menegaskan tidak mengetahui adanya buku nikah yang hilang di Kemenag Pasaman Barat itu. Dikatakannya, diduga ada motif sakit hati dalam pelaporan kasus itu. Diungkapkannya, R menikahi I secara siri pada tahun 2015. Kemudian pada 2017 diceraikan, rujuk kembali dan cerai lagi.

“Saya rasa inilah yang menyebabkan I sakit hati karena pada Maret 2020 R kembali nikah siri dengan TJ,” ujarnya.

Padahal, sebutnya, R telah menyerahkan rumah di Kota Padang dan dua unit sepeda motor kepada I. Sebelum melapor ke polisi, lanjutnya, I diduga masuk ke kamar di rumah R dan menemukan buku nikah beserta sebuah notebook.Berdasarkan buku nikah itulahia melapor ke Polres Pasaman Barat yang diduga seri buku nikah itu sama dengan seri buku nikah yang hilang.

“Ia juga mengatakan saat mengambil buku nikah itu ada buku nikah lainnya dan stempel yang tidak sempat diambil. Hal itu dibantah R karena saat ia menjadi KUA banyak buku nikah yang salah dibawa pulang dan stempel itu adalah stempel organisasi,” kata Deni Syahputra.

Menurutnya, R juga membantah menerbitkan duplikat surat nikah terhadap suami I sebelumnya.

“Kami akan menghormati proses hukum dan juga akan mengupayakan menyelesaikan secara kekeluargaan. Kami juga siap membantu mengungkap buku nikah yang hilang itu. Meskipun kami sendiri tidak mengetahui dari mana buku nikah itu sampai ke tangan ZA,” kata Deni.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pasamanyang juga mantan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) berinisial R dilaporkan ke Polres Pasbar dengan kasus dugaan penggunaan buku nikah ilegal.Kasus ini disinyalir terkait dengan hilangnya sekitar dua ribu pasang buku nikah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pada 2017 silam.

Laporan Polisi (LP) itu dibuat oleh Poniman pada Senin lalu (19/10), yang melaporkan penyalahgunaan buku nikah oleh oknum ASN R yang saat ini bertugas di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Pasaman. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak Polres Pasbar. Pihak Kemenag Pasbar sendiri sangat berharap kasus tersebut terungkap agar bisa mengetahui siapa pelaku pencurian sekitar 2.000 pasang buku nikah di Kemenag tahun 2017 silam itu.(nst)