18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Jembatan Maut

MEMALUKAN, sekaligus memiriskan. Ternyata sampai kini di Kabupaten Solok masih ada ‘jembatan maut’. Jembatan tersebut berlokasi di Taratak Baru, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti.

KORAN PADANG terbitan Senin (26/10) di halaman 5 mengupas secara mendalam ‘jembatan maut’ sepanjang 15 meter yang sewaktu-waktu siap memangsa warga yang lalu-lalang di atas jembatan tersebut. Bagaimanapun, warga setempat mau tak mau harus melewati jembatan itu untuk akses transportasi setiap hari, termasuk bagi pelajar untuk pergi dan pulang sekolah.

Jembatan maut itu berupa sebatang bambu yang ada pegangannya. Memprihatinkan.

Penduduk bersama pemuka warga setempat yang sudah membangun jembatan darurat tersebut pantas diapresiasi. Namun yang namanya jembatan darurat tentu tak bisa dibiarkan selama sepeti itu.

Meningkatkan fasilitas kerakyatan di daerah pedalaman merupakan tanggungjawab bersama. Pemerintah berkewajiban mensejahterakan warganya dalam arti yang sebenarnya. Dalam hal ini, jembatan maut itu pantas diganti dengan yang permanen. Jangan ada lagi kampung atau kawasan terisolir di Kabupaten Solok. Bersama kita bisa membangunnya.

Tekad serius Pemkab Solok menghilangkan kawasan terisolir kita harapkan benar-benar segera jadi kenyataan. Banyak sebenarnya gagasan cemerlang yang bisa direalisasikan. Misalnya dengan program TNI Manunggal Membangun Desa atau program lainnya. Yang penting adalah kemauan keras para pemangku kebijakan dalam mensejahterakan rakyatnya secara maksimal Apa gunanya aparat gagah- gagahan bersafari dengan mobil mengkilap, sementara rakyatnya tiap hari berjuang melawan maut karena minimnya fasilitas publik yang meraka rasakan.

Terbukanya informasi kerakyatan yang diapungkan KORAN PADANG perlu ditindaklanjuti secepatnya. Jika tidak, tentu beragam keluhan rakyat akan semakin menumpuk. Ini jelas sangat memprihatinkan. *