21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

SUKSES PERTAHANKAN OPINI WTP SELAMA TUJUH TAHUN BERTURUT-TURUT, Pemerintah Kabupaten Pasaman Diganjar Piagam Penghargaan dan Plakat WTP

PEMERINTAH Daerah Kabupaten Pasaman kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia. Tak hanya satu, tetapi dua penghargaan sekaligus.

Pertama, Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan atas keberhasilan Pemda Pasaman dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan 2019 dengan Capaian pini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kedua, berupa Plakat Penghargaan dari Pemerintah Pusat atas capaian Opini WTP tujuh kali berturut-turut untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sejak 2015 – 2020.

Dua penghargaan berupa Plakat dan Piagam Opini WTP dari Menteri Keuangan RI atas Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh BPK RI, diserahkan melalui Kepala KPPN Lubuksikaping, Suparmin, dan diterima langsung Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis, Senin (26/10/2020) di Balerong Pusako Anak Nagari.

Dalam sambutannya, Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis mengaku bersyukur atas dua penghargaan yang diterima Pemkab Pasaman.

“Alhamdulillah, ini tentu sebuah apresiasi yang sungguh luar biasa untuk Pemkab Pasaman, yang mampu meraih opini WTP 2019, bahkan meraihnya secara beruntun sebanyak tujuh kali, sejak 2013 – 2019,” kata Yusuf Lubis dengan penuh haru.

Yusuf Lubis mengatakan, apa yang diraih tersebut adalah berkat kerja cerdas seluruh jajaran Pemerintah Daerah lima tahun terakhir didalam mengelola dan mempertanggungjawabkan laporan keuangan daerah sesuai dengan standar akuntansi dan akuntabilitas yang telah ditetapkan.

Ia berharap penghargaan dari Kemenkeu ini menjadi pemantik agar bekerja lebih keras lagi, dengan harapan kedepan raihan ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

“Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan hasil konsolidasi seluruh laporan keuangan SKPD yang selanjutnya LKPD tersebut melewati proses audit oleh BPK sebagai Lembaga Negara yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan atas LKPD yang terdiri dari tujuh komponen yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan,” ungkap Yusuf Lubis.

Yusuf Lubis menjelaskan, Opini WTP yang dicapai pada LKPD tahun 2019 merupakan bukti nyata pengelolaan keuangan daerah yang berkualitas, sehingga patut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Disamping penghargaan ini, Pemkab Pasaman kata bupati juga akan memperoleh penghargaan lain berupa dana insentif daerah sesuai 26 indikator lainnya.

“Sekali lagi, ini capaian luar biasa. Kami berterima kasih karena atas bimbingan kita semua, ini bisa diraih. Insya Allah, kita akan memegang teguh standar akuntansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan dengan penuh tanggung jawab,” terang Yusuf Lubis.

Selain piagam penghargaan, Kemenkeu RI juga menyerahkan plakat kepada Pemkab Pasaman yang telah berhasil meraih opini WTP murni tanpa penekanan sebanyak lima kali berurut-turut sejak tahun 2016.

Yusuf Lubis berharap, penghargaan ini mampu mendorong segenap unsur di lingkungan Pemkab Pasaman untuk senantiasa membudayakan perilaku-perilaku positif, disiplin, taat hukum, dan menjauhkan diri dari kemungkinan tindak korupsi sekecil apapun.

“Opini WTP adalah penilaian tertinggi atas kualitas pengelolaan keuangan yang menjamin bahwa informasi keuangan telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan. Hal ini harus terus dijaga dan dipertahankan oleh semua perangkat daerah dalam proses pertanggungjawaban anggaran dan memastikan semuanya disajikan secara transparan dan akuntabel,” kata Yusuf Lubis.

Sementara itu Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama juga terharu melihat hasil capaian kali ini. Atos menyampaikan hasil capaian ini semua tidak lepas dari kerjasama semua SKPD dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan dengan baik.

“Kami selaku Wakil Bupati Pasaman mengucapkan terimakasih atas kinerja kita semua dalam menjaga prestasi ini. Mungkin inilah yang bisa kami buktikan kepada masyarakat dalam menjaga dan menjalankan amanah masyarakat selama periode pemerintahan kami dengan Bapak Yusuf Lubis selama lima tahun ini. Dengan capaian ini tentunya kita bisa memacu semangat kerja dan ditingkatkan untuk tahun mendatang,” ungkap Atos Pratama.

Di tempat yang sama Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pasaman, M.Roni menambahkan, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi Kemenkeu atas pencapaian WTP Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 7 kali berturut-turut oleh Pemkab Pasaman sejak tahun 2013 lalu.

“Penghargaan ini diberikan atas pencapaian pengelolaan keuangan, aset, penata kelolaan dan pertanggung jawaban keuangan yang dinilai transparan dan akuntabel,” tutup M. Roni.

Sementara Kepala KPPN Lubuksikaping, Suparmin sebagai perwakilan Menteri Keuangan di dalam pemberian penghargaan inimengatakan, perjuangan mencapai opini WTP sangatlah berat, tanpa dukungan semua pihak tentu sulit untuk diraihnya.

“Capaian ini merupakan perjalanan panjang bukan hanya sekedar mengejar status opini WTP. Melainkan upaya kreatif membangun tata kelola keuangan secara baik,” katanya.

Kata Suparmin, piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas pelaporan keuangan negara dan fungsi keuangan yang baik yang mendapat Opini WTP.

Dalam kaitan ini, opini WTP dikeluarkan oleh BPK selaku auditor, sedangkan Menteri Keuangan mempunyai tugas menyusun konsolidasi laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah. “Semakin banyak institusi atau daerah yang memperoleh predikatWTP maka laporan keuangan pusat dan daerah dinilai semakin akuntable,” kata dia.

Lebih jauh Suparmin menyampaikan, apa yang dicapai Pemkab Pasaman adalah sebuah capaian yang luar biasa, karena menurut dia, belum semua daerah mampu melakukannya.

“Ini prestasi yang luar biasa sehingga Menteri Keuangan memberikan piagampenghargaan dan Plakat WTP kepada Pemkab Pasaman. Semoga tetap dipertahankan, dan lebih penting lagi kinerja kita ke depan bisa lebih baik lagi,” kata Suparmin.

Diakhir sambutannya, Suparmin juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan sinergi terkait penyaluran dana transfer di Kabupaten Pasaman. “Di tengah pandemi Covid-19, salah satu yang paling dominan yang bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pengeluaran pemerintah dan konsumsi masyarakat. Kita tidak bisa berharap banyak terhadap sektor swasta maupun sektor investasi,” katanya.

Turut mendampingi Bupati Pasaman, H.Yusuf Lubis dalam menerima penghargaan ini, Sekda Kabupaten Pasaman Mara Ondak, Staf Ahli Pemda Pasaman, Para Asisten dan Seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemda Pasaman.(*)