14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

BKKBN Nilai Kampung KB di Desa Taluak

PARIAMAN, KP – Badan Kesehatan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumbar dan DP3AKB Pariaman bersama pihak Kecamatan melakukan penilaian kampung KB di Desa Taluak Kecamatan Pariaman Selatan.

Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Pariaman Selatan dari BKKBN Provinsi Nelfia Rahmi mengatakan, kegiatan Ini merupakan kegiatan tahunan dari BKKBN pusat yang namanya PKK KB Kes.

“Tujuannya untuk meningkatkan kemitraan antara PKK dan pihak kesehatan BKKBN, guna meningkatkan jumlah aseptor baru,” ujarnya dalam penilaian Selasa lalu.  

Disampaikan, untuk Kecamatan Pariaman Selatanada dua desa yang tercatat sebagai kampung KB yakninya Taluak dan Punggung Ladiang, namun dipilih Desa Taluak untuk penilaian ini, dan untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah Desa Padang Cakur.

Alhamdulillah lanjutnya, pencapaian KB di Desa Taluak hingga Oktober sudah mencapai 60 persen. Yang paling banyak yakninya non Metode Kontrasepsi Jangkan Panjang (MKJP).

“Sementara untuk KB Pria ada sebanyak 4 orang, dan untuk Pariaman Selatan Desa Taluak yang paling banyak MOP nya, perempuan cukup tinggi,” ulasnya.

Sementara itu Bidan Desa Taluak Wella Delkamelia mengatakan, Desa Taluak ditetapkan sebagai kampung KB semenjak tahun 2017 dikaeranakan rendahnya pencapaian KB di desa ini.

“Yang tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar mau ber KB, dibarengi juga dengan safari KB gratis.Setelah ditetapkannya kampung KB ini, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Pariaman Selatan BKKBN Provinsi Nelfia Rahmi mengadakan penyuluhan dan alhamdulillah sudah banyak masyarakat mau ber KB,” pungkasnya.

Lanjutnya, salah satu tujuan KB adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dan sekarang ada penambahan 20 hingga 30 orang pemasangan KB setiap tahun.

“Dengan ber KB sudah mampu menekan angka kelahiran, minimal untuk menjarakkan angka kehamilan. Untuk tahun 2020 sasaran angka kelahiran di Desa Taluak untuk 64 orang penduduk produktif,” pungkasnya. (war)