18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PERINGATI MAULID NABI, Irwan Prayitno Ajak Masyarakat Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

PARIAMAN, KP – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hdi Masjid Kalampaian, Ampalu Tinggi, Kecamatan Sungai Sariak, Kabupaten Padang[ariaman, Kamis (29/10).

Kegiatan ini turut dihadiri Hj. Nevi Zuairina selaku Anggota Komisi VI DPR RI, Pjs Bupati Padangpariaman Adib Alfikri, Kapolres Padang Pariaman, Camat Sungai Sariak, serta masyarakat Ampalu Tinggi.

Gubernur Irwan Prayitno mengajak masyarakat untuk bersama meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dalam membangun peradaban. Upaya tersebut dapat direalisasikan dengan berbagai kegiatan. Menurutnya, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi bagian dari kehidupan Umat Islamsebagai upaya instropeksi dalam memperbaiki diri sekaligus menumbuhkan ukhuwah Islamiyah yang kokoh dalam membangun peradaban Ummat.

Irwan Prayitno mengatakan, hakikat memperingati hari kelahiran Nabi adalah sebagai tekad dan gerakan besar yang dilakukan untuk mencontoh semangat serta meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan.

“Sangat penting meneladani dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW, menjadikanMaulid Nabi sebagai pemersatuuntuk kembali saling mengingatkan bagaimana Nabi dilahirkan dan menjalani hidupnya,” sebut gubernur.

Sebelumnya Irwan Prayitno menyampaikanuntuk menghindari penularan covid-19, Pemprov Sumbar telah menghimbau seluruh umat Islam yang mengikuti peringatan Maulid Nabi wajib mematuhi protokol kesehatan.Kepada pihak penyelenggara juga diminta membatasi jumlah jemaah untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Pada kesempatan itu, Irwan Prayitno bersama istriNevi Zuairina juga membagikan masker kepada warga setempat dan memberikan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan.

Sementara, Pjs Bupati Padang Pariaman Adib Alfikri menjelaskanpada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun inipihaknya hanya mengikutsertakan sebagian wargadengan dibagi menjadi dua, yaitu pada malam hari dan zikir bersama keesokan harinya.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana peserta zikir hingga puluhan orang, tahun ini kita batasi,” tuturnya. (mas)