Bupati Gusmal Kukuhkan SDC dan Work Places Kabupaten Solok

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal, mengukuhkan pengurus Penyusunan program pelatihan atau Skill Development Centre (SDC) dan Work Places Kabupaten Solok, di Ruangan Solok Nan Indah Kantor Bupati Solok di Arosuka, Senin (19/10).

Tampak hadir pada acara tersebut Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatra Barat diwakili Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga kerja Wilson, Asisten II Pemkab Solok Medison, Kadis DPMPTSP Kennedy Hamzah, Kepala BLK Padang, Ketua Kadin Kabupaten Solok, Ketua Baznas Kabupaten Solok. Rektor UMMY Solok, Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Propinsi Sumbar, Kepala SMK se-Kabupaten Solok, Para Pimpinan Perusahaan, Ketua Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILSI) Kabupaten Solok dan Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Kadis DPMPTSP, Kennedy Hamzah menyebutkan, pusat pengembangan keahlian dan workplaces sekaligus sosialisasi Skill Development Center (SDC) adalah forum kerjasama, koordinasi, harmonisasi dan sinergi antar pemangku kepentingan di bidang pengembangan kompetensi, profesionalisme dan produkfitas SDM di daerah. Forum itu terdiri dari lembaga pendidikan dan pelatihan dunia usaha dan industri serta pemerintah daerah. Dasar pelaksanaannya UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2006 tentang sistem pelatihan kerja nasional.

“Tujuan kegiatan adalah melakukan sinkronisasi dan sinergi pelaksanaan kegiatan Skill Develpoment Center Kabupaetn Solok antara tim kerjasama forum SDC dangan tempat kerja (workplace) yang sudah ditetapkan dengan keputusan Bupati Solok. Memberikan pemahaman tentang peran dan tugas forum skill development center di Kabupaten Solok,” terang Kanedy Hamzah.

Sementara itu peserta pengukuhan dan sosialisasi adalah forum SDC dan workplace dengan unsur seperti dari Kadin Kabupaten Solok, Kepala SKPD terkait, Kepala SMK se-Kabupaten Solok, Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, Perguruan Tinggi dan dunia usaha.

Bupati Solok, H. Gusmal dalam sambutannya sekaligus mengukuhkan Forum SDC dan WorkPlace menyampaikan, pengangguran merupakan masalah kompleks dan rumit yang dihadapi hampir setiap daerah di Indonesia. “Oleh karenanya, masalah pengangguran disebut juga bersifat “Cross Cutting Isues” atau masalah lintas sektor. Hal itu berarti permasalahan tersebut harus diatasi secara sinergi antar sektor, yaitu Pemerintah Pusat dan Daerah, serta pemangku kepentingan terkait,” sebut Bupati.

Dikatakannya, Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok pada tahun 2019 mencatat jumlah pengangguran di Kabupaten Solok sebesar 4,65 persen atau sekitar 11 ribu orang. Angka itu tentunya telah meningkat tajam di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, penanganan masalah tidak mungkin diselesaikan hanya satu Perangkat Daerah saja. Karena itu perlu diciptakan korelasi kokoh antar pemangku kepentingan terkait di semua lini. “Konsep Skill Development Center (SDC) hadir sebagai salah satu solusi meningkatkan kompetensi SDM dan menekan angka pengangguran. Pelatihan vokasi yang tersertifikasi kompetensi dan sesuai kebutuhan pasar kerja di setiap daerah adalah cara cepat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terampil,” ulasnya.

Bupati menyebutkan, adapun yang terlibat dalam Forum SDC itu, yakni unsur A-B-G. Yaitu Academic (lembaga pendidikan dan pelatihan seperti BLK, SMK, Perguruan Tinggi, LPK, Techno Park, dll). Kemudian Bussines (Dunia usaha dunia industri/DUDI: KADIN, Asosiasi HRD, Asosisasi Industri dan usaha). Selanjutnya Government (Pemerintah Daerah: DPMPTSPNAKER, Disdikpora, Disparbud, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dukcapil, Kooordinator SMK wilayah).

Menurut Bupati, hadirnya forum tersebut perlu diapresiasi karena tujuannya sangat baik. Tidak hanya menciptakan sinergi dunia usaha, juga menciptakan SDM berkualitas dan siap kerja, khususnya lulusan SMK. SDC diharapkan dapat memadukan dan mensinergikan program/layanan pendidikan dan pelatihan bersama ketiga unsur di atas, yaitu Lembaga Pendidikan dan pelatihan, Dunia Usaha dan Industri/DUDI dan Pemerintah Daerah. 

Di samping itu lanjutnya, SDC dapat menjadi rujukan bagi BLK/LPK dalam mendapatkan informasi akurat tentang kebutuhan pelatihan di daerah, mengakses kesempatan “on Job Training” mengembangkan kerjasama/kemitraan dalam penyediaan instruktur serta penyerapan lulusan pada Dunia Usaha dan Industri. Nantinya, forum tersebut akan bekerja mengidentifikasi kebutuhan industri, mengembangkan program pelatihan dan pemagangan, serta memfasilitasi sertifikasi dan penempatan tenaga kerja. (wan)

Next Post

Keluar Masuk ke Garabak Data, Masyarakat Harus ‘Bertaruh Nyawa’

Sel Okt 20 , 2020
SOLOK, KP – Mungkin Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan Sumatra Barat sudah kebal dengan pemberitaan media tentang penderitaan masyarakat yang tinggal di Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Atau memang mereka setelah duduk, pintu hatinya tertutup untuk mendengar rintihan warganya yang sangat butuh perhatian. Di saat musim hujan seperti […]