Buya Feri

BUYA Ferizal Ridwan adalah salah seorang tokoh terkemuka Kabupaten Limapuluh Kota. Penampilannya bersahaja. Punya banyak ide bernas untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan idenya itu, Buya Feri berkeinginan menjadi ‘tungganai’ Limapuluh Kota melalui jalur independen berpasangan dengan Nurkhalis.

Keyakinan beliau maju pada pilkada pantas diapresiasi. Sayang,beliau tak tampil bersama pasanganserasinya Irfendi Arbi. Sebab, Bupati Irfenditak maju lagi. Padahal,jika pasangan serasiini sama-sama satu biduk maju lewat jalur independen, boleh jadi Limapuluh Kota makin berkibar dipimpin non parpol. Seperti Pak Ramlan Nurmatias yang kembali menikam jejak sebagai calon walikota melalui jalur independen setelah sukses memimpin kota wisata itu pada periode pertama kepemimpinannya.

Buya Feri dikenal sebagai sosok pekerja sosial, ke-Islamannya membanggakan. Berasal dari keluarga sederhana. Tak punya ‘roda empat’. Sejak mobil dinas dan sopirnya dipulangkan ke pemerintah, otomatis Buya Feri hanya pakai sepeda motor. Bahkan pernah berduaan dengan Muhammad Rahmad, calon Bupati Limaluluh Kota juga. Mesranya mereka berdua pakai motor. Mengasyikkan juga melihatnya.

Kini, Buya Feri dipinjamkan Kijang Innova oleh tokoh terkemuka Luhak Limapuluh Kota Irmaizar Datuk Rajo Mangkuto. Tentu sekaligus dengan sopirnya. Kalau keikhlasan Buya Feri maju menjadi calon pemimpin Gonjong Limo benar-benar dilandasi doa dan niatnya yang ikhlas, tentuAllah mengabulkan kehendaknya.

Tukar pikiran dengan tokoh Ferizal Ridwan mengasyikkan karena punya banyak ide kreatif. Termasuk membangun Masjid Aziz Haili di kawasan Tanjung Pati dan merancang pembangunan Kampus Nahdatul Ulama (NU) di kawasan Harauyang tanahnya sudah disediakan Mendikbud era pemerintahan SBY Mohammad Nuh.

Bagaimanapun juga, Buya Ferizal Ridwan adalah tokoh terkemuka Luhak Limapuluah. Dia milik ummat. Beruntung kita punya Beliau. Syukur, kalau rakyat berkeinginan tokoh independen jadi pemimpin, sama dengan Pak Ramlan di Bukittinggi dan Agus Susanto di Pasaman Barat. Sebaliknya, jika Allah belum berkenan, ketokohannya jangan sampai disia-siakan. Masih banyak lembaga semi pemerintah yang butuh sentuhan Ferizal Ridwan. Insya Alah. *

Next Post

Langgar Protokol Kesehatan, ASN Bakal Diberi Sanksi Tambahan

Sen Okt 19 , 2020
PADANG, KP – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengumpulkan seluruh kepala […]