Kambang-Muaralabuh

SUDAH sangat lama rakyat bersama pemerintah berkeinginan membuka jalan Kambang-Muaralabuh. Namun kenyataan sampai kini hanya sebatas wacana saja. Entah kapan jadi kenyataan, tak ada kepastian sama sekali. Yang muncul ke permukaan masih saja harapan yang tak pernah pupus.

Sebenarnya, kawasan Kambang-Muaralabuh sangat menguntungkan dalam menggeliatkan perekonomoan dan kesejahteraan rakyat. Di kiri-kanan jalan yang direncanakan itu bisa dibuka ribuan hektar persawahan, areal peternakan, perkebunan. Diperkirakan tanahnya lebih subur dibandingkan Sitiung dan areal sekitarnya.

Meski hingga kini jalan itu masih belum terwujud sejak rencana itu diusung puluhan tahun silam, namun mengapungkan ‘harta terpendam’ itu boleh jadi akan terus membahana di kalangan cendekiawan Pesisir Selatan Solok Selatan.

Kambang-Muaralabuh ibarat warga sedarah yang berkulindan terus menerus. Apalagi kini Bupati Solok Selatan dijabat anak muda kreatif dinamis Jasman Rizal, seorang putra Pessel yang begitu memahami kentalnya persaudaraan Kambang – Muaralabuh sejak zaman behaula.

Sangat besar harapan kitaPak Jasman Rizal berkesinambungan mengangkat isu positif pembukaan jalan Kambang-Muaralabuh. Biasanya niat baik itu dikabulkan Allah SWT. Bisa saja nanti imbasnyaPak Jasman jadi ‘tungganai’ Pessel suatu saat nanti.

Membuka jalan Kambang-Muaralabuh adalah melanjutkan perjuangan yang dirintis tetua kita dulunya. Warga Kambang atau Muaralabuh sudah saling berkunjung dan bertransaksi jual beli di era penjajahan Belanda. Bahkan, ada percetakan uang darurat dulunya di Kotopulai, pedalaman utara Nagari Kambang.

Sekitar 45 tahun yang lalu, penulis yang saat itu bertugas sebagai tenaga sukarela pernah mengabdi di Kotopulai ini. Akrab dengan kepala desanya. Bahkan tamu resmi pemerintahan sering berkunjung ramai ramai ke daerah ini. Mereka membawa persediaan makanan yang lengkap. Lain dengan tuan rumah. Makanan disediakan langsung oleh Kepala Desa. Semuanya enak-enak. Nikmatnya luar biasa. Entah kenapa tamu khusus membawa makanan langsung ketika itu. Sayapun kurang mengerti.

Sekarang Kambang sudah sangat maju penduduknya. Sampai ke Kotopulai, kampung terujung arah ke Muaralabuh sungguh sudah terbuka. Yang sangat diharapkan adalah pembukaan jalan Kambang-Muaralabuh pantas jadi kenyataanseperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Jumat (23/10) di halaman 7. *

Next Post

Mendagri Tito Karnavian Ajak Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah Libur Panjang

Jum Okt 23 , 2020
PADANG, KP -Gubernur Sumbar diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar […]