Padangpanjang 100 Persen Bebas dari Masyarakat BAB Sembarangan

PADANGPANJANG, KP – Berkat tingginya kesadaran penuh masyarakat Padangpanjang yang

sudah 100 persen tidak BAB sembarangan atau open defecation free (ODF), Kota

Padangpanjang masuk nominator STBM Award Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan

(Kemenkes) Republik Indonesia.

Saat ini, telah tercapai 100 persen masyarakat Kota Padangpanjang memiliki akses ke

jamban sehat. Dengan beberapa kriteria dalam ketersediaan jamban sehat, meliputi jamban

sehat permanen (JSP), jamban sehat semi permanen (JSPP), dan jamban sharing (numpang).

“Warga Padangpanjang sudah 100 persen tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan

atau Open Defecation Free (ODF),” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota

Padangpanjang,Nuryanuwar di Padangpanjang,Kamis (1/10).

Ia mengharapkan penerapan perilaku sehat tersebut hendaknya dipertahankan dan

ditingkatkan sehingga semua warga memiliki jamban permanen.

Namun demikian, Nuryanuwar berharap ada kerjasama dari seluruh stakeholder terkait

untuk menuntaskan penggunaan jamban yang menggunakan sistem sharing (numpang) bisa

menjadi Jamban Sehat Permanen (JSP).

“Saat ini, jumlah masyarakat yang mengakses jamban dengan sistem sharing berkisar 1300

KK, dan jumlah ini harus kita minimalisir dan tuntaskan,” harap Pak Ujang, panggilan akrab

Kadis Kesehatan ini.

Pihaknya telah menganalisa yang menjadi kendala untuk pembuatan jamban sehat

permanen adalah faktor ekonomi dari yang bersangkutan dan keterbatasan lahan untuk

membuat jamban sehat permanen itu sendiri.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk menuntaskan, dengan dukungan dari instansi terkait

seperti Dinas PU PR dan Dinas Perkim LH, saya yakin kita bisa meminimalisir penggunaan

jamban sistem sharing ini menjadi jamban sehat permanen,” ungkap Pak Ujang dengan

optimis.

Pihaknya juga mengajak pihak lain seperti Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Padang Panjang

melalui Program Padang Panjang Sehat – nya untuk bisa ikut mengalokasikan dana zakatnya

untuk pembangunan jamban sehat permanen bagi masyarakat ini.

Program jamban sehat ini juga bisa dilakukan melalui bantuan dari Corporate Social

Responsibility (CSR) BUMN atau perusahaan yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan

derajat kesehatan masyarakat dengan membantu pengadaan MCK Komunal.

Dukungan dari pihak kelurahan juga sangat diharapkan, khususnya terkait dengan

pendataan masyarakat yang telah memiliki akses jamban sehat permanen dan yang masih

menggunakan akses sharing.

“Kami optimis, dengan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak tersedianya jamban

sehat permanen bagi masyarakat Padang Panjang dapat terwujud, dan derajat kesehatan masyarakat pun meningkat, ” pungkas Pak Ujang. (rel/kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polres Solok Ciduk Tersangka Narkoba

Kam Okt 1 , 2020
SOLOK, KP – Jajaran Satres Narkoba Polres Solok, Rabu malam […]