Pastikan Sesuai Prokes, Satpol PP Datangi Lokasi Pesta Pernikahan

PADANG, KP – Peningkatan kasus positif covid-19 yang cukup signifikan di Kota Padangdisikapi aparat penegak perda dengan sangat serius.Satpol PP Padang bersama Satpol PP Provinsi Sumatera Barat mengawasi aktivitas masyarakat yang tidak menerapkan disiplin covid-19, terutama yang mengundang kerumunan.

Salah satunya kegiatan pesta pernikahanyang digelar wargadi kawasan Kuranji, Sabtu (17/10), menjadi salah satu lokasi yang didatangi petugas. Pihak tuan rumah dan tamu undangan diminta dengan sangat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) sesuai Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Petugas mengimbau dan memastikan kegiatan pesta pernikahan tersebut agar benar-benar sesuai protokol kesehatan covid-19, seperti mengatur jumlah meja dan jarak antar kursi. Selain itu memastikan ketersedian tempat cuci tangan dan diwajibkan setiap orang yang datang memakai masker.

“Kehadiran kami di siniuntuk mengingatkan tuan rumah bahwa pelaksanaan pesta pernikahan di tengah pandemi covid-19, harus mematuhi protokol kesehatan serta tetap berkoordinasi dengan pihak terkait,” ucap Kasi Operasi Satpol PP Padang Yudi Haries.

Kepada Tim Satgas yang dipimpin Kasi Operasi Satpol PP Padang, Yudi Haries, tuan rumah menyebutpihaknya sebelum menggelar kegiatan pesta pernikahantelah mengurus izin untuk mengadakan keramaian kepada pihak kelurahan dan kecamatan.

PELANGGAR PROKES DIDATA DI APLIKASI SIPELADA

Untuk memudahkan pendataan para pelanggar Perda tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Satpol PP Kota Padang mengunakan aplikasi yang bernama ‘Sipelada’ (Sistem Informasi Pelanggaran Perda).Aplikasi tersebut akan mendokumentasikan dan mencatat history para pelanggar Perda di Kota Padang.

Kepala Satpol PP PadangAlfiadi mengatakan aplikasi Sipelada dibuat oleh Pemprov Sumbar bekerjasama dengan Polda Sumbar untuk digunakan sebagai media mencatat data pelanggar Perda AKB.Aplikasi Sipelada itu dioperasikan oleh petugas penegak hukum di lapangan.

“Dengan aplikasi Sipelada kita merekam foto diri serta data diri pelanggar Perda,” kata Alfiadi.

Nantinya, aplikasi Sipelada akan memberitahukan secara otomatis bagi pelanggar yang telah melakukan pelanggaran lebih dari dua kali dan akan dikenakan sanksi pidana.

“Jadi kepada masyarakat Kota Padang kita imbau agar selalu mematuhi protokol kesehatan agar data diri kita tidak tercatat di aplikasi Sipelada,” ujarnya. (ip)

Next Post

Dr. Andani Gagas Gerakan Semesta Menghadapi Pandemi Covid-19

Ming Okt 18 , 2020
PADANGARO, KP – Guna menyiapkan nagari yang berdaya dalam masa Pandemi Covid-19, diperlukan usaha-usaha konkrit dari berbagai lini untuk menghadapinya. Konsep keterlibatan semua unsur di nagari itu disebut sebagai sebuah “gerakan semesta” yang terwujud dalam program Nagari Tageh atau tangkas/kuat. Konsep itu disampaikan Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit […]