Pemda Harus Hadir Lakukan Pembinaan Terhadap Industri Rumah Tangga

LIMAPULUH KOTA, KP – Pelaku usaha nasional asal Kabupaten Limapuluh KotaMuhammad Rahmad, menyadari bahwa pemerintah daerah (pemda) diharapkan tidak hanya memikirkan bidang pembangunan infrastruktur fisik, sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan, dan aspek lainnya saja, namun pemda juga dituntut untuk hadir melakukan pembinaan terhadap kegiatan sosial kaum perempuan, utamanya kegiatan industri rumah tangga. Salah satunya adalah kerajinan sulaman yang sudah menjadi tradisi bagi kaum perempuan Kabupaten Limapuluh Kota.

Diakui Muhammad Rahmad, di dunia kerajinan persulaman nama Kabupaten Limapuluh Kota sudah lama mendunia. Produk sulam buatan perempuan Kabupaten Limapuluh Kota sudah sampai ke negara di Eropa, Malaysia, Brunei, dan sejumlah negara lainnya.

Menurut Rahmad, bagi perempuan Limapuluh Kota, kerajinan sulam menyulam bukan sekadar telisik benang merajut keindahan saja. Namunlebih jauh dari itu, kerajinan sulam adalah wujud kemampuan untuk memberdayakan diri sekaligus penopang ekonomi keluarga.

“Agar kerajinan sulam ini tidak lenyap tergilas industri peradaban modren, sudah saatnya kerajinan sulam kerajinan unggulan Limapuluh Kota ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah,” ujar Muhammad Rahmad.

Menurutnya, kerajinan sulam timbul karya perempuan Limapuluh Kota ini adalah ‘PR’ bagi Pemerintah Daerah.“Ke depan, nasib perajin sulam perempuan Limapuluh Kota ini hendaknya berubah makin baik, penghasilannya meningkat,” ulas Muhammad Rahmad yang konsen memperhatikan dunia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKMK) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Muhamamd Rahmad mencemaskansaat ini kerajinan sulam karya kaum perempuan Limapuluh Kota itu hanya menjadi pekerjaan sampingankarena pemasukan atau upah yang diterima masih rendah dan belum dapat diandalkan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Padahal, produk sulam timbul ini sangat bernilai di pasaran.

“Agar industri sulam timbul terus tumbuh dan berkembang dan memiliki daya saing, maka kesejahteraan pengrajinnya harus diperhatikan. Dengan demikian, gairah untuk memasyarakatkan sulam timbul makin menarik bagi masyarakat,” pungkasnya. (dst)

Next Post

Sumbar Siap Sukseskan MTQ Nasional 2020

Jum Okt 30 , 2020
PADANG, KP — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke-38 tahun 2020 di Sumatera Barat yang berlangsung pada 12-21 November mendatang harus dipersiapkan secara matang. Dalam rapat evaluasi pembukaan dan pelaksanaan MTQ Nasional di Aula Kantor Gubernur, Kamis  (29/10) dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Alwis, Kepala Biro Bintal dan Kesra, […]