Pemko Pariaman Ajak Milenial Jadi Petani di Tengah Pandemi Covid-19

PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman mengajak milenial di daerah itu untuk menjadi petani di tengah pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan lahan tidur yang terdapat di daerah itu sekitar 350 hektare. “Bertani itu bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi merupakan agribisnis atau sebagai mata pencarian,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril kepada Media Center Kota Pariaman, Senin (5/10).

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada kelompok petani milenial di Pariaman dengan memanfaatkan lahan kosong, salah satunya yaitu di Desa Padang Biriak-biriak, Kecamatan Pariaman Utara. Di mana di dalamnya terdiri dari mahasiswa dan pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan tetap. Selain itu kelompok tersebut terus dibina dinas terkait dan sekarang menjadi percontohan untuk kelompok petani milenial lainnya di Pariaman. “Kami bantu mereka dengan bibit berbagai jenis tanaman sayur, bibit jagung, nanas dan ikan. Di bawahnya kolam ikan dan di atasnya sayur,” katanya.

Saat ini lanjutnya, petani itu telah menghasilkan berbagai jenis sayuran yang dipasarkan ke Kota Padang. Namun ia belum bisa memastikan berapa omzet yang telah didapatkan kelompok tersebut. Kelompok tersebut sekarang baru memanfaatkan satu hektare lahan dari tiga hektare lahan yang disediakan pemerintah desa setempat. “Pemerintahan desa juga mendukung ini, bahkan ketika kami menganggarkan dana untuk program ini pemerintah desa pun juga ikut menganggarkan untuk melengkapi sarana prasarana,” ujarnya.

Di samping itu jelasnya, menjadikan kaum milenial sebagai petani tidak hanya sebagai langkah menciptakan ketahanan pangan di Kota Pariaman pada masa pandemi. Namun juga menciptakan lapangan pekerjaan yang sekarang sulit untuk didapatkan akibat penyebaran virus tersebut.

Bahkan menurut catatan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kota Pariaman, sejumlah sektor ekonomi di daerah itu terdampak pandemi Covid-19, namun di bidang usaha untuk kebutuhan pokok tidak mengalami dampak signifikan. “Awal 2020 jumlah UMKM di Pariaman mencapai 7.879 pelaku usaha, yang terdampak itu lebih dari 60 persen terdiri dari aneka kerajinan, makanan, maupun industri lain. Sekarang yang masih bertahan yaitu untuk kebutuhan pokok,” kata Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit. (ip)

Next Post

Pemko Pariaman Apresiasi Peran TNI Selama Hadapi Covid-19

Sen Okt 5 , 2020
PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman diwakili Plt. Sekda Fadhli, […]