PILKADA BUKITTINGGI MEMANAS, Hanya Karena Lagu ‘Hyme Rasya’, Oknum Timses Dobrak Rumah Warga

BUKITTINGGI, KP – Suasana politik di Kota Bukittinggi menjelang pelaksanaan pilkada serentak sepertinya semakin panas. Setelah beredarnya video berisi kalimat tak pantas yang ditujukan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 01 di media sosial (medsos), kali ini rumah warga pendukung paslon 01 Ramlan Nurmatias-Syahrizal (RaSya) di Kampung Pulasan, Kelurahan Puhun Tembokdimasuki tanpa izin oleh anak oknum tim sukses salah satu paslon lain untuk mematikan tape recorder secara paksa, Jumat sore (23/10).

Informasi yang diperoleh KORAN PADANG menyebutkan rumah itu milik Isber Maryuler. Pada Jumat pagi (23/10), anak-anaknya menghidupkan nyanyi Hymne RaSya melalui tape recorder. Sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB, tim sukses paslon lain lewat di depan rumah warga itu dan menyuruh mematikan tape, kalau tidak akan dilaporkan. Sebab, menurut salah satu oknum tim sukses mereka punya akte. Namun tidak dijelaskan akte apa yang mereka punya. Tak hanya itu, berbagai perkataan lainyang menjurus intimidasi juga dilontarkan kepada penghuni rumah.

Karena tape belum juga dimatikan, salah seorang anak dari oknum tim sukses masuk ke dalam rumah tanpa izin dan mendobrak pintu sembari berkata kata-kasar dan mematikan tape recorder. Sehingga anak-anak yang ada diatas rumah itu ketakutan dan lari menyelamatkan diri ke kamar mandi.

Kejadian itu membuat warga Kampuang Pulasan jadi buncah. Tak lama berselang berdatangan Satgas Paslon Satu 01 atau Satgas Rasya. Kemudian juga hadir anggota intel dari Polsek Kota Bukittinggi dan Polres Bukit tinggi ke lokasi kejadian.

Dalam suasana ramai itu, juga hadir ke lokasi Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi Ruzi Haryadi. Kepada KORAN PADANG, ia menyebutakan mempelajari kasus itu. “Untuk saat ini kita serahkan kepada pihak yang berwajib atau polisikarena polisi juga sudah ada dilapangan,” kata Ruzi.

Sementara, pemilik rumah Isber Maryuler didampingi Tim Advokasi RasyaHasnul dan Ton Hanafi langsung melaporkan kejadian yang dialami keluarganya itu ke Polres Bukittinggi pada sore itu juga. Karena kejadian itu berkaitan dengan kampanye pilkada, maka pihak polres mengarahkan untuk melapor ke Bawaslu – Gakkumdu.

Di Bawaslu, Isber Maryuler danTim Advokasi Paslon Nomor 01 Hasnuldi Miaz dan Ton Hanafi diterima Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Asneli Warni bersama Sentra Gakkumdu.

Kepada mediaAsneli Warnimembenarkan pihaknya menerima laporan adanya perbuatan yang tidakdiinginkan paslon nomor 01yang dilakukan tim sukses paslon lain.

“Bawaslu sudah menerima laporan dan akan melakukan kajian awal sesuai Peraturan Bawaslu  Nomor 8 Tahun 2020. Kita akan menentukan kepenuhan syarat formil dan materil laporan serta menentukan jenis pelanggaran. Pengkajian dilak sanakan selama dua hari. Jika pelaporan tidak lengkap, pelapor harus melengkapi syarat formil dan materil tersebut paling lama dua hari setelah pemberitahuan diterima pelapor. Tim kampanye juga harus menyiapkan syarat formil dan materil,” ungkap Asneli Warni.

Ia menambahkan jenis pelanggaran meliputi kode etik, pidana pemilihan, dan sebagainya. Jika pelanggaran pidana pemilu, maka pihaknya akan mengadakan rapat dengan Sentra Gakkumdu. “Saat ini, laporan masih diterima dan diperiksa,” ujarnya.

Sementara, Ton Hanafidari tim advokasi paslon nomor urut 01 RaSya mengungkapkan ada perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oknum tim sukses paslon lain terhadap tim paslon 01. Ia menilai itu merupakan pelanggaran kampanye.

“Perbuatan tersebut adalah pelanggaran pemilu. Kita percayakan ke Bawaslu untuk menangani  kasus ini. Disamping itujuga ada Sentra Gakkumdu. Perbuatan tidak menyenangkan ini termasuk pelanggaran pidana atau pelanggaran kampanye. Di Sentra Gakkumdu juga ada kepolisian kejaksaan. Saat kejadian, Ketua Bawaslu juga turun langsung ke lapangan,”jelas Ton Hanafi sembari mengharapkan kepada Bawaslu untuk dapat tegas dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemilu. (eds)

Next Post

Oktober, Tanahdatar Raih 4 Prestasi Prestisius Nasional

Ming Okt 25 , 2020
BATUSANGKAR, KP – Dua pekan terakhir di bulan Oktober, Kabupaten […]