PILKADA KABUPATEN SOLOK, Maigus: Salah Pilih, Lima Tahun Penyesalan

SOLOK, KP – Siapa Bupati dan Wakil Bupati Solok yang akan memimpin Kabupaten bumi penghasil buah markisa untuk 5 tahun ke depan, akan ditentukan masyarakat Kabupaten Solok pada 9 Desember 2020 mendatang. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak gegabah dalam menentukan pilihan Kepala Daerah periode 2020-2025 “Saya melihat, semua calon yang mendaftar adalah putra terbaik Kabupaten Solok dan tinggal kita masyarakat menentukan pilihan mana yang terbaik dari yang baik,” terang Maigus Tinus, Minggu (25/10) di Solok.

Putra Nagari Talang yang didampingi istrinya Kartika Ningsih itu, tampak begitu bersemangat saat bercerita tentang Kabupaten Solok. “Saya hanya merasa terpanggil untuk membangun Kabupaten Solok, karena semenjak saya SMP dulu, Kabupaten Solok seperti jalan di tempat,” sebut  Maigus Tinus yang merupakan lulusan Fakultas Kejuruan Sekolah Dasar, Universitas Imam Bonjol, Padang itu. 

“Dulu saya tertarik untuk maju menjadi Bupati Solok, hanya karena ingin mengabdikan ilmu dan hidup saya untuk Kabupaten Solok. Artinya, saya hanya ingin uang dan hidup saya bisa bermanfaat bagi warga Kabupaten Solok pada umumnya. Tetapi kali ini saya berharap agar masyarakat bisa menentukan pilihan dengan tepat, jangan sampai salah pilih 5 tahun penyesalan,” tuturnya. 

Meski menurut Maigus untuk mengabdi ke Solok yang notabene kampung halamannya tidak harus menjadi Bupati, namun untuk merubah suatu daerah, menurutnya harus dengan kekuasaan. Bahkan selama ini Maigus juga aktif membantu kampung halamannya Kabupaten Solok, meski tidak dipublikasikannya. Maigus melihat, potensi daerah atau SDA bumi Bareh Solok dan yang kini juga dikenal sebagai Bumi Markisa, belum diolah oleh SDM yang handal. 

Disebutkannya, jangan hanya gara-gara salah menentukan pilihan, terjadi lima tahun penyesalan. Atau hanya gara-gara uang Rp100 ribu, lima tahun kena tipu. “Jadi, bijaklah dalam menentukan pilihan,” sebutnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Lucki Effendi, juga berharap masyarakat selektif dalam menentukan pilihan. “Kalau kita salah memilih, yang rugi tentu kita seluruh masyarakat Kabupaten Solok. Untuk itu, semua pilihan ada di masyarakat, mau dibawa kemana Kabupaten Solok ini lima tahun ke depan,” tuturnya.

Kemudian pihaknya juga meminta agar masyarakat nanti datang ke TPS dan tidak menjadi Golput, karena satu suara sangat menentukan arah Kabupaten Solok ke depannya.

Sementara itu, berikut adalah nama-nama Bupati Solok dari masa ke masa dengan periode masa jabatan dari 1 tahun hingga 10 tahun, yakni Saalah Soetan mankoeto (1947), H. Darwis Taram Dt.Tumanggung (1947-1948), Basrah Lubis (1948), Soeltani Sutan Malako (1948-1953), Noedin Datuk Majo Sati (1953-1955), Buyung Datuk Gadang Bandaro (1955-1957), Bambang Sardjono Noersetyo (1957-1963).

Kemudian Asgani Marah Sutan (1963-1964), H. Zagloel Sutan Kabasaran (1964-1975), Drs. Hasan Basri (1975-1985), Drs. Arman Danau (1985-1990), Ir. H. Nurmawan (1990-1995), Gamawan Fauzi (1995-2005), H. Gusmal (2005-2010), Drs. H. Syamsu Rahim (2010-2015) dan H. Gusmal (2016-2021). (wan)

Next Post

Anak-anak di Taratak Baru Harus Berjuang ‘Melawan Maut’untuk ke Sekolah

Ming Okt 25 , 2020
SOLOK, KP – Sungguh luar biasa kisah perjuangan anak-anak nagari tertinggal di Kabupaten Solok. Di mana untuk mendapatkan pendidikan saja, mereka harus berjuang melawan maut setiap hari agar sampai di sekolah. Salah satu kisah nyata yang hingga saat ini masih ada anak-anak sekolah berjuang melawan maut untuk sampai di sekolah […]