Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Mobil Pikap, Dua Pelaku Diamankan

LIMAPULUH KOTA KP – Polres Limapuluh Kota membongkar sindikat pencurian mobil Mitsubishi L-300 lintas provinsiSumbar, Riau, dan Sumatra Utara. Keberadaan sindikat pencuri mobil L-300 yang diduga punya jaringan sampai ke tingkat penadah itu terbongkarsetelah dua anggotanya ditangkap Sabtu lalu (10/10).

Kapolres Limapuluh KotaAKBP Trisno Eko Santoso mengatakandua anggota sindikat pencurian mobil L-300 yang ditangkap itu berinisial IO alias Si In (35 tahun) dan YR alias Larek (44 tahun). Keduanya merupakan warga Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam.

“Si In ditangkap anggota Satreskrim Polres Limapuluh Kota di jalan lintas Sumbar-Riau, tepatnya di daerah Sibumbun, Pangkalan Koto Baru, Sabtu dinihari (10/10). Sedangkan Larek ditangkap di Jorong Ilia Pasa, Nagari Batu Kambiang, Kabupaten Agam, pada sore harinya,” kata Trisno Eko Santoso dalam konfrensi pers di mapolres setempat, Senin sore (12/10) seperti dikutip dari Padangkita.com.

Ia mengungkapkan Si In dan Larek punya beberapa teman sekampung yang ikut menjadi anggota sindikat pencurian mobil L-300 di wilayah Sumbar, Sumut, dan Riau.Dua di antara mereka berinisial SWL dan EWN yang kini sedang ditahan di Lapas Gobah, Pekanbaru, Riau atas kasus pencurian mobil L-300 di wilayah Rengat, Riau. Sedangkan tiga orang lainnya jadi buronan polisi atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tiap-tiap anggota sindikat pencurian mobil L-300 ini punya peran yang berbeda. Si In bertindak sebagai eksekutor pencurian. Sedangkan Larek diduga penadah mobil curian. Salah satu mobil hasil curian yang ditadah adalah mobil Mistsubishi L 300 BA 8066 MN milik warga Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, yang hilang pada 5 September 2020 lalu.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan didapat informasi bahwa pelaku pencurian diduga menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam dan Toyota Calya warna orange. Selain itu juga ada yang pakai sepeda motor Yamaha Vixion dan Honda CBR.

Selanjutnya Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota di bawah komando Kanit Reserse Umum Aipda Bainurlangsung melakukan patroli di sepanjang jalur Sumbar-Riau. Patroli ini dimulai dari Mapolres Limapuluh Kota sampai ke kawasan Hulu Air, dekat Kelok Sembilan. Saat itulah tim melihat mobil Toyota Calya warna oranye yang mencurigakankonvoi dengan mobil L300 pick-up menuju arah Pekanbaru.

Tim opsnal langsung membuntuti kedua mobil tersebut. Saat berada di belakang mobil Toyota Calya warna orange, tim melihat kejanggalan. Pelat nomor mobil itu dicat hitam. Sehingga nomor polisinya samar-samar saat dilihat.Lantaran itu pula tim opsnal berupaya menyetop kedua mobil. Namun, beberapa kali dikode untuk berhenti, mobil tetap tidak mau berhenti. Malah melaju semakin kencang. Sehingga tim terus memburu hingga ke kawasan Ketinggian, Air Putih. Tepat di depan Puskesmas Pembantu (Pustu) Air Putih, mobil L-300 hilang kendali dan masuk ke pekarangan warga. Saat diperiksa petugas, mesin mobil itu masih menyala. Namun, pengemudi dan penumpangnya tidak ada. Diduga sudah duluan meloncatsebelum mobil kehilangan kendali. Tim sempat minta bantuan warga untuk mencari dan menyisir pengemudi dan penumpang mobil yang melarikan diri namunsejauh ini mereka belum dapat tertangkap.

Sementara itu, tim lainnya terus mengejar mobil Toyota Calya warna orange yang melaju kencang ke arah Pangkalan. Setelah koordinasi dengan Polsek Pangkalan, mobil itu dapat dicegat di dekat rumah makan Padi Salibu di kawasan Sibumbun, Pangkalan.Dari interogasi diketahuisopir mobil Toyota Calya Warna Orange berinisial IO alias Si In. Kepada petugas, Si In menyebutmobil Toyota Calya dengan nomor polisi BA 1566 TV yang dikemudikannyamerupakan mobil rental dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Setelah diperiksa Tim Operasional Satreskrim Polres Limapuluh Kota, diketahui pula jika Si In adalah residivis kelas kakap. Menurut Kapolres AKBP Trisno Eko Santoso dan Kasat Reskrim AKP Nofrizal Chan, Si In pernah terlibat pencurian L-300 di Rengat, Riau. Dia divonis 3,5 tahun dan baru keluar April 2020 dari Lapas Pematang Reba, Riau, bersama temannya berinisial JMN.

“Sebelumnya, Si In juga terlibat pencurian mobil L-300 di Sibolga, Sumatra Utara. Saat itu, tepatnya lagi pada 2017, Si In divonis satu tahun penjara dan ditahan di Lapas Sibolga. Kemudian, Si In juga pernah mendekam setahun penjara di Lapas Sibolga atas kasus narkoba,” kata Trisno Eko Santoso dan Nofrizal Chan.

Saat ditangkap Tim Operasional Satreskrim Polres Limapuluh Kota, Si In, kata polisi, masih berupaya kabur, sehingga terpaksa ditembak.

Dari penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Limapuluh Kota diketahui bahwa sebelum ditangkap di Jalan Sumbar-Riau, Si In dan dua temannya yang masuk DPO dalam kasus inisempat mencuri mobil dinas jenis L-300. Pencurian mobil pelat merah BA 8926 D itu dilakukan di Jalan Lintas Lubuk Sikaping, Pasaman, Sabtu (10/10) pukul 01.30 WIB.Setelah beraksi di Lubuk Sikaping, Si In dan dua temannya langsung kabur ke arah Riaudengan melewati Limapuluh Kota. Namun, Si In tertangkap dan mengaku juga terlibat kasus pencurian mobil L-300 di Ketinggian, Sarilamak, Harau pada September 2020, bersama seorang temannya yang sedang dicari polisi.

“Menurut Si In, mobil L-300 BA 8066 MN yang dicuri di Sarilamak, telah dijual kepada temannya berinisial YR alias Larek seharga Rp12 juta. Kemudian, YR alias Larek juga kami amankan. Dia mengakumobil yang dibeli dari Si Insudah dijual pula kepada seseorang berinisial MR X seharga Rp18,5 juta. Sekarangkami masih melakukan pengejaran terhadap mobil dan MR X itu,” kata Nofrizal Chan.

Kini, IO alias Si In dan YR alias Larek ditahan di Mapolres Limapuluh Kota. Dari penangkapan mereka, polisi menyita satu mobil L-300 pick-up BA 8926 D hasil pencurian di Lubuk Sikaping, Pasaman. Kemudian, satu mobil Toyota Calya warna orange BA 1566 TV yang digunakan untuk beraksi dan uang kontan sebesar Rp3,6 juta yang merupakan laba dari penjualan mobil curian.

“Kasus ini, masih terus dikembangkan,” pungkas Nofrizal Chan. (pkt)

Next Post

PEMBAHASAN APBD 2021, DPRD Sumbar Minta Pemprov Sampaikan Evaluasi Capaian RPJMD Terverifikasi

Sel Okt 13 , 2020
PADANG, KP- Ketua DPRD Sumbar Supardiberharap pemerintah provinsi (pemprov) menyampaikan […]