Sadis! Ibu dan Anak Tewas Ditikam Adik Ipar

PADANG, KP – Seorang ibu dan anaknya tewas setelah dibunuh oleh adik iparnya sendiri. Peristiwa menggemparkan ini terjadi di Jalan Kampung Tarandam, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Selasa malam (6/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban bernama Yeni (45 tahun) bersama anaknya Egil Ardientika (14 tahun) meninggal dunia akibat luka tusukan dengan sebilah gunting yang dilakukan oleh tersangka Robby Irawan (40 tahun). Tersangka sudah ditangkap pihak kepolisian pasca-kejadian.

“Pembunuhan ini dipicu akibat tersangka tidak terima anaknya ditegur korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, anak tersangka ditegur korban lantaran kotoran yang berserakan di rumah,” kata Kasat Reskrim Polresta PadangKompol Rico Fernanda,dilansir langgam.id, Rabu (7/10).

Kejadian bermula ketika anak pelaku berinisial RMA mengadu kepada pelaku dan mengaku ditegur korban karena permasalahan kotoran yang berserakan di dalam rumah. Tersangka yang tidak terima anaknya ditegur akhirnya emosi. Sebilah gunting langsung diambil tersangka dan melakukan penusukan terhadap Yeni dan anaknya yang masih berusia remaja.

“Gunting yang digunakan tersangka ditusukkan ke beberapa bagian tubuh korban, sehingga kedua korban dinyatakan meninggal dunia. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Reksodiwiryo,” ujarnya.

Pihak kepolisian yang mendapat informasi peristiwa pembunuhan langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat itu jugatersangka yang masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung diringkus. Polisi juga menyita barang bukti gunting yag dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Tersangka langsung dibawa ke Polresta Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur Kompol Rico.

Motif sementara karena sakit hati dan sering ribut di rumah,” katanya.

PELAKU SERUMAH DENGAN KORBAN

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengungkapkan bahwa Robby Irawan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Kampung Tarandam Andalas tinggal serumah dengan korban.

“Kedua korban, ibu dan anak, dibunuh oleh adik iparnya sendiri. Istri pelaku dan korban merupakan saudara kandung. Mereka hidup dalam satu rumah di sana. Ada ketersinggungan di antara mereka, akhirnya ribut-ribut,” kata AKBP Imran kepada wartawan.

Menurutnya polisi masih menyelidiki motif lain selain sakit hari pelaku karena ditegur.

“Motifnya sedang didalami di antara mereka ini, karena mereka kan satu rumah. Dari informasi saksi-saksi yang ada di TKP menyampaikan bahwa ada permasalahan internal mereka di rumah itu. Ini lagi kita dalami,” kata Imran.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di sel tahanan Mapolresta Padang. Polisi telah menyita barang bukti berupa sebilah gunting yang telah diasah dan pakaian korban yang berlumuran darah. (lgm/tg)

Next Post

Maraknya Narkoba

Rab Okt 7 , 2020
ACUNGAN jempol pantas diperuntukkan bagi jajaran kepolisian di Sumbar yang […]