Tiga Laporan Terkait Pilkada, Bawaslu Bukittinggi Tidak Temukan Adanya Pelanggaran

BUKITTINGGI, KP – Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi mengungkapkan, dalam pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 Kota Bukittinggi, baru ada dua temuan dan tiga laporan yang masuk ke Bawaslu. Semuanya itu telah ditindaklanjuti.

Diungkapkan Ruzi Haryadi kepada KORAN PADANG di kantor Bawaslu Belakang Balok, Senin (19/10), di mana dua temuan itu terkait Alat Peraga kampanye (APK). “Kedua temuan itu telah ditindaklanjuti KPU dan tidak ada pelanggarannya,” ujarnya.

Kemudian jelasnya, untuk laporan, Bawaslu menerima tiga laporan terkait Pilkada serentak. Pertama laporan dari bakal calon pasangan independen H. Martias Tanjung-Taufik terkait hasil verifikasi faktual. Namun setelah dipelajari, itu bukan pelanggaran. Selanjutnya laporan Fauzan Haviz terkait Pencalonan PAN Bukittinggi, setelah dipelajari dan ditindaklanjuti laporan tersebut, tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Terakhir, laporan Young Happy terkait pemakaian mobil dinas walikota yang dilaporkan masih dipakai Petahana Ramlan Nurmatias. “Setelah laporan tersebut ditindaklanjuti, ternyata tidak ditemukan pelanggarannya karena mobil itu sudah diserahkan Petahana,” ungkapnya. (eds)

Next Post

Pariaman Hebat

Sel Okt 20 , 2020
DALAM tempo enam hari, tercatat 340 Orang warga Kota Pariaman melanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Selasa (20/10) di halaman 2. Terlihat tim penegak Perda AKB di Kota Pariaman begitu maksimal menjalankan tugasnya. Rata-rata pelanggar AKB tersebut mengakui kesalahannya. Semoga saja covid-19 semakin melandai di […]