Wartawan Pasbar Ikuti Sosialisasi Pengendalian Penggunaan Bahasa Pada Media Massa

SIMPANGEMPAT, KP – Puluhan wartawan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengikuti sosialisasi dan penyuluhan bahasa Indonesia dalam acara pengawasan dan pengendalian penggunaan bahasa pada media massa, yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium Kantor Bupati setempat, Selasa (27/10).

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Pasbar Hansastri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sumbar yang memilih dan menetapkan Pasbar sebagai salah satu kabupaten pelaksanaan kegiatan tersebut. “Terima kasih telah memilih Pasaman Barat sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan ini dan juga memberi kesempatan kepada insan pers untuk menimba ilmu dan meningkatkan kualitas kinerja,” kata Hansastri.

Menurutnya, kegiatan itu sangat penting, karena bahasa merupakan salah satu ikrar yang tercantum di dalam sumpah pemuda yang akan diperingati 28 Oktober. “Setiap hari para wartawan menggunakan instrumen utamanya bekerja dengan bahasa Indonesia. Maka dari itu, memahami pedoman umum ejaan berbahasa Indonesia itu sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat yang membaca berita dipengaruhi penggunaan bahasa yang digunakan wartawan. Konten yang bagus, tetapi disajikan dengan tatanan bahasa yang tidak baku dan tepat, akan kurang dinikmati pembaca. “Kita tentu bisa merasakan perbedaan membaca berita dari media yang nyaris tidak terdapat kesalahan penggunaan bahasa di dalamnya, dengan yang banyak terdapat kesalahan ejaan,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Pelaksana kegiatan Andriana Yohani, menyampaikan pentingnya pengendalian dan penggunaan bahasa pada media massa karena media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dengan bahasa yang benar. “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional maupun internasional. Hal itu tertuang dalam UU No 24 tahun 2019, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang harus digunakan dalam forum-forum resmi nasional,” ungkapnya.

Sementara itu narasumber kegiatan, Dr. Putri Asmarini menegaskan, dalam menyampaikan informasi atau berita, seorang wartawan harus didasari dengan fakta. Dan Menyampaikannya dengan bahasa yang baik dan benar, sehingga mudah dipahami serta dimengerti pembaca. “Dalam membuat sebuah berita harus berdasarkan fakta yang ada dan menggunakan bahasa yang tetap, bahasa yang baik dan benar, serta sesuai kaidah dan situasi peristiwa,” tandasnya. (rom)

Next Post

Dinas Pangan dan Pertanian Lakukan Vaksinasi Rabies Gratis

Jum Okt 30 , 2020
PADANGPANJANG, KP – Pemko Padangpanjang melalui Dinas Pangan dan Pertanian […]