Yulfadri Nurdin Dinilai Sukses Tertibkan Bangli di Terminal Alahan Panjang

SOLOK, KP – Tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ossie Gumanti mengatakan, H. Yulfadri Nurdin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Solok dinilai sukses menertibkan pasar dan terminal Alahan Panjang serta menertibkan bangunan liar di sekitarnya.”Alhamdulillah, saat ini pasar dan terminal Alahan Panjang sudah tertib dan lancar. Tidak ada lagi kemacetan di sana. Wabup sukses melalukan pendekatan ke masyarakat setelah puluhan tahun Pemkab Solok tidak bisa mencarikan solusinya,” sebut Ossie Gumanti, Rabu (21/10) di Arosuka.

Diakui Ossie, meski harus melalui jalan panjang dan berliku hingga puluhan tahun, akhirnya relokasi terminal dan pasar sayur dari Terminal Alahan Panjang ke Terminal Taratak Galundi Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti akhirnya terwujud oleh Yulfadri Nurdin. Bahkan pembongkaran bangunan liar (bangli) di sekitar terminal Alahan Panjang berjalan dengan lancar tanpa ada kekerasan, seperti yang diramalkan banyak pihak. 

Dikatakannya, relokasi tersebut bertujuan untuk penataan, pembinaan dan penertiban angkutan serta pedagang sayur di Alahan Panjang. Pembentukan tim relokasi dan pasar sayur tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Solok Nomor 500-300-2018 dan mengingat UU Nomor 12 Tahun 1956 tentang pembentukan Otonomi Daerah Kabupaten dalam lingkungan daerah Provinsi Sumatra Tengah. 

Ossie menyebutkan, sebelum pembongkaran bangli dan pemindahan pedagang pasar sayur dari Pasar Alahan Panjang ke Terminal Taratak galundi yang dilaksanakan paling lambat 25 Januari Silam. Pemkab Solok menggelar rapat terakhir yang membahas teknis pemindahan. Rapat tersebut dipimpin Camat Lembah Gumati Zaitul Ikhlas, serta turut dihadiri Yulfadri Nurdin,

Sedangkan Kapolsek Lembah Gumati Iptu Amin Nurasyid, memuji kegigihan Yulfadri Nurdin yang selalu bersabar melobi tokoh-toko masyarakat, pemuda dan pedagang agar bersedia pindah ke Taratak Galundi. “Alhamdulillah, setelah mengalami proses lobi berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah semenjak Gamawan Fauzi jadi Bupati Solok, akhirnya pembongkaran bangli di sekitar pasar sayur Alahan Panjang bisa terwujud, ” sebutnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Lembah Gumanti Zulkarnaini, mengaku senang dengan sudah dipindahkannya Pasar Sayur terminal Alahan Panjang ke Taratak Galundi untuk mengurai kemacetan di Alahan Panjang. “Ini adalah proses melelahkan dan menguras banyak waktu dan tenaga. Secara pribadi, saya salut dengan lobi-lobi dari Bapak Yulfadri Nurdin yang selalu bersabar dalam berdialog dengan para tokoh masyarakat serta Pemerintah Nagari, Kecamatan dan juga aparat keamanan setempat. Padahal wacana pemindahan pasar ini sudah lama berlangsung dan baru tahun ini terlaksana,” terangny.

Salah seorang pedagang di Alahan Panjang, Injik (52 tahun), mengaku tidak mengalami masalah dengan pemindahan pasar tersebut. Dijelaskan Injik, upaya Pemkab Solok dalam menertibkan bangunan liar di terminal Pasar Alahan Panjang patut diapresiasi. Pasalnya, meski sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat setempat, namun pembongkaran dan pembersihan bangunan liar yang selama ini merusak kenyamanan di lingkungan terminal alahan panjang tersebut akhirnya tuntas dan berjalan lancar. 

Terpisah, H. Yulfadri Nurdin menyebutkan, penertiban pasar dan terminal Alahan Panjang waktu itu mengerahkan 208 orang anggota pramuka peduli bersama pendamping dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Solok, untuk membantu membongkar puluhan bangli dan membersihkan area terminal yang menjadi sentra sayur di wilayah selatan Kabupaten Solok tersebut. “Kami sengaja menerjunkan anggota pramuka untuk menghindari kesan intimidasi dan kekerasan. Pramuka lebih menampilkan kesan humanis, karena bisa diterima semua kalangan,” ulasnya. 

Disebutkannya, dalam penertiban waktu itu, sedikitnya sebanyak 80 unit bangunan liar yang berdiri tidak sesuai fungsinya ditertibkan secara sukarela oleh pemiliknya. “Alhamdulillah tak ada 1 batang paku pun yang dicabut dari bangunan itu, tanpa persetujuan dan izin dari pemiliknya. Mereka bahkan dengan sukarela membongkar sendiri bangunannya. Bagi yang minta bantu, kita bantu membuka dan membersihkannya,” sebutnya. 

Lebih lanjut dijelaskannya, penertiban bangli itu merupakan buah dari kesepakatan Pemkab Solok, Pemerintah Nagari Alahan Panjang, pemuka masyarakat dan pedagang setempat. Terminal Alahan Panjang merupakan etalase yang menjadi jantung perekonomian masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Solok. Alahan Panjang yang merupakan sentra ekonomi baru berkembang pesat di kabupaten Solok saat ini. Daerah itu akan berkembang menjadi sebuah kota yang maju di masa mendatang. “Bangli itu awalnya muncul karena kurangnya pengawasan, akhirnya bangunan liar itupun menjamur di lokasi tersebut. Masyarakat mendirikan bangunan di wilayah yang tidak semestinya seperti trotoar yang sejatinya diperuntukkan untuk pejalan kaki. Hal itu berakibat terhadap kelancaran arus transportasi. Setiap hari pasar kian semrawut dan macet,” terangnya. 

Lanjutnya, banyak yang awalnya apatis akan rencana tersebut, namun berkat kesabaran, proses pembongkaran bangli berjalan lancar. Terkait pedagang yang sebelumnya telah mendirikan bangunan di lokasi terminal, sudah direlokasi ke lokasi baru yang lebih representatif dan tidak menimbulkan kemacetan. Tentang adanya keluhan lokasi baru itu sepi dari pengunjung, Pemerintah memberikan solusi untuk rekayasa lalu lintas ke lokasi itu, supaya pengunjung datang ke lokasi baru pedagang tersebut.

Sementara para pedagang yang telah direlokasi didorong membentuk asosiasi dan kelompok usaha dan akan diberikan pembinaan agar nanti bisa menjadi pedagang-pedagang tangguh. “Setelah kita tertibkan, mereka kita dorong untuk membentuk asosiasi pedagang dan diberikan pembinaan agar nanti menjadi pedagang tangguh dan siap bersaing,” tuturnya.

Kemudian setelah dilakukan pembongkaran kata dia, suasana arus lalulintas di sekitar lokasi tampak berjalan lancar. Tidak ada lagi kemacetan seperti yang selama ini terjadi setiap hari.

Sementara tokoh masyarakat Alahan Panjang lainnya yang juga mantan Bupati Solok, Gubernur Sumbar dan Mendagri RI  Gamawan Fauzi, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Solok yang dengan rasa kekeluargaan berhasil merelokasi pasar dan terminal Alahan Panjang. “Alhamdulillah, dengan ditertibkannya bangunan liar di sekitar terminal Alahan Panjang ini, maka lokasi tersebut sekarang menjadi rapi dan tertib. Ini adalah kesuksesan Pemkab dalam mensosialisasikan ke masyarakat dan perlu kita apresiasi, ” sebutnya. (wan) 

Next Post

KETUA BAZNAS PARIAMAN JAMOHOR: Belum Ada Anggota DPRD yang Salurkan Zakatnya ke Baznas

Rab Okt 21 , 2020
PARIAMAN, KP – Ketua Baznas Kota PariamanJamohor membantah kabar yang […]