Yunia Safitri Tersingkir?

TERSINGKIR atau disingkirkan, memang tak ada yang menghendakinya. Apalagi jika alasan tersingkir atau disingkirkan itu tak bisa diterima akal sehat. Kondisi itulah yang dialami Yunia Safitri, seorang qariah hebat Sumbar seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Selasa (12/10) berjudul: ‘Tersingkir Secara Mendadak Jadi Peserta Nasional, Juara MTQ Sumbar Mengadu ke Gubernur Sumbar’.

Yunia yang merupakan mahasiswa UNP itu terkesima, terkejut, dan keheranan kenapa dia tersingkir dari calon kafilah Sumbar pada MTQ Nasional yang akan mengikuti TC tahap 2. Untung saja dia tetap stabil. Ditemuinya Gubernur Irwan Prayitno. Sekarang persoalannya sudah ditangan Biro Bina Sosial serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumbar yang dipimpin WagubNasrul Abit yang kebetulan sedang cuti karena mencalonkan diri jadi Gubernur Sumbar.

Langkah yang diambil Yunia Safitri dengan melaporkan persoalan itu kepada Gubernur adalah hal yang wajar. Beragam prestasidaerah dan nasional sudah pernah diraih Yunia dalam iven musabaqah.

Jika kondisi yang dialami Yunia saat ini merupakan putusan yang fair, tentu ia bisa menerimanya. Apalagi kalau disampaikan padanya dengan cara baik-baik dan penuh saling pengertian. Namun, karena terjadi secara mendadak ditambah jika melihat lagi latar belakang prestasinya, tak salah pula apabila muncul dugaan ‘salah samek’.

Yunia Safitri memang hebat dalam bermusabaqah. Kemerduan suaranya melantunkan ayat ayat Kitab Suci Alquran sungguh memukau. Penulis pun tergugah, siang, malam, dan subuh ia rutin membaca Alquran. Kebetulan Yunia Safitri selama di Padang mondok di kosan putri di kediaman penulis di kawasan Flamboyan Baru, seberang Masjid Raya Sumbar.

Menyikapi persoalan ini, sudah sepantasnya LPTQ Sumbar bersama lembaga terkait mengambil kebijaksanaan yang melegakan. Mengutamakan kepentingan daerah dan terjauh dari hal-hal yang merugikan. Bagaimanapun juga, mengabdi sebagai pengurus LPTQ Sumbar bukanlah kerja yang enteng. Penulis pernah mengabdi sekitar 10 tahun di lembaga inidengan beragam suka-duka yang dihadapi. Pernah muncul dugaanpengaduan ijazah peserta musabaqah. Untung segera dicarikan solusinya dan bisa diselesaikan baik-baik. Begitulah. Semoga Yunia Safitri sabar dan tawakal. Insya Allah jalan terbaik akan diperlihatkan Yang Maha Kuasa. *

Next Post

Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Mobil Pikap, Dua Pelaku Diamankan

Sel Okt 13 , 2020
LIMAPULUH KOTA KP – Polres Limapuluh Kota membongkar sindikat pencurian […]