14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

15 tahun Vakum, DKKP Kembali Diaktifkan

PARIAMAN, KP – Plt Walikota Pariaman Mardison Mahyudin, melantik Anggota dan Pengurus Dewan Kesenian Kota Pariaman (DKKP) di Aula Balaikota, Kamis (29/10).

Ketua Umum DKKP, Jasri Umar mengatakan, pentingnya wadah organisasi seni sebagai alat untuk mengakomodir kesenian daerah agar tidak hilang ditelan masa. “Dewan kesenian ini juga dapat membangkitkan semangat anak muda berinovasi membangun kesenian. Karena Pariaman banyak memiliki talenta muda yang lulusan sarjana seni dari kampus ternama,” ujarnya.

Jasri mengungkapkan, Bali, Jogja dan bandung berkembang seninya berkat kreatifitas anak mudanya. Lanjutnya, mereka semua kreatif tapi tidak ada wadah yang menampung bakat seninya. “Hari ini kita berterimakasih pada Walikota Pariaman yang telah memfasilitasi dan memberikan tempat mengukuhkan DKKP,” ulasnya.

Untuk para pengurus sambung Jasri, itu adalah titik awal untuk berkembang dan bergerak membawa nama Pariaman, Sumbar umumnya ke kancah nasional maupun internasional. “Kalau kita katakan, masyarakat Pariaman tahun 2020 sudah banyak yang pintar dibandingkan era 80 lalu. Tapi di era lampau itu, orang Pariaman sudah mampu membawa indang tampil di Berlin ibukota Jerman. Nah ini momen untuk bangkit, kita bawa juga indang dan tabuik ke berlin nantinya,” harapnya. 

Lebih jauh ia mengatakan, DKKP yang baru dilantik ibarat kecambah, baru tumbuh. “Jika tidak dipupuk dan disirami akan mati dan layu. Dan hari ini kami berkomitmen akan mengukirkan tinta emas untuk untuk kesenian Pariaman,” tukasnya.

Sementara itu Kadis Pariwista Pariaman, Dwi Marhen Yono menyampaikan, sanggar kesenian sangat memerlukan bantuan dan bimbingan. Oleh karena itu fungsi dari DKKP nantinya sangat berharap bisa melindungi, mengayomi sekaligus memfasilitasi. “Pada sisi lain kita juga sangat berharap menjadi organisasi yang dapat membantu pemerintah dalam memajukan Kota Pariaman yang dalam hal ini kebudayaan dan kesenian,“ ujarnya.

Oleh karena itu lanjutnya, Dinas Pariwisata dan kebudayaan akan siap membantu DKKP untuk eksis kembali menggeliatkan kesenian pariaman setelah beberapa tahun mati suri. “Apapun itu bentuk kegiatannya, kami akan selalu membantu selagi kegiatan tersebut bersifat positif dan membangun Kota Pariaman lebih maju lagi. Mulai dari permintaan tempat kerja DKKP yang direncanakan akan dipusatkan di rumah tabuik, insya Allah Pemerintah Kota Pariaman akan sambut baik,” ungkapnya.

Disebutkannya, pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelaksanaan pengembangan kegiatan seni budaya agar memudahkan proses transformasi pewarisannya. Serta agar semua dapat mengembangkan karya kreatif sebanyak-banyaknya agar tetap dapat dinikmati masyarakat lokal maupun nasional bahkan internasional. “Yang penting agar mendapat perhatian kita semua bahwa dalam kegiatan kesenian adalah kerja seni ke depan DKKP untuk dapat mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sekaligus mempromosikan tradisi Kota Pariaman.

“Kota Pariaman memiliki potensi kesenian bernilai tinggi. Mari kita siapkan seni budaya di Kota Pariaman agar lebih dikenal masyakarat luas,” tutupnya.

Sementara itu Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyudin mengatakan, pihaknya secara resmi mengukuhkan DKKP untuk periode 2020-2025. “Banyaknya pengaruh arus globalisasi dan informasi saat ini menuntut kita untuk terus menjaga adat, budaya dan kesenian di daerah kita. Dengan pedulinya generasi muda saat ini terhadap perkembangan adat, budaya dan seni daerah, kami merasa bangga dan gembira atas antusias dan animo mereka dalam pelestarian seni dan budaya itu sendiri,“ ungkapnya.

Dia mengatakan, pelestarian seni dan budaya bukan suatu usaha bersifat elastis untuk membangkitkan feodalisme, tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi aset bangsa agar seluruh lapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa dengan lebih berbudaya. Sebab budaya merupakan aset penting terutama untuk pengetahuan dan memupuk jati diri bangsa. Berbagai upaya melalui gelar seni dan budaya misalnya terus menerus dilakukan dalam menjaga tingkat keterawatannya agar kondisi kelestarian warisan sejarah masa lampau tetap terjamin.

“Saat ini Kota Pariaman telah banyak mempunyai destinasi – destinasi wisata yang ditunjang dengan 3 A nya, yakni aksesibilitas dan amenitas tetapi kita kurang atraksi. Kerena itu pada kesempatan ini kita membutuhkan suatu lembaga untuk menampung semua itu dalam wadah DKKP yang telah dikukuhkan. Tugas utamanya saat ini adalah menyediakan diri utnuk memantau setiap denyut nadi kehidupan seni-budaya, membina dan mengajak para seniman untuk memikirkan berbagai hal dalam konteks kesenian dan kebudayaan, “ terangnya.

Pada kesempatan itu, Plt Wako Mardison mengucapkan selamat kepada DKKP yang terbentuk. Semoga mampu menjadi wadah untuk pelaku seni dan budaya melalui berbagai aktifitas serta kreativitas mereka. Ia juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat Kota Pariaman khususnya para seniman, budayawan dan penggiat seni untuk terus melestarikan kesenian daerah dan membudayakan nilai-nilai agama dan adat dalam kehidupan sehari-hari sesuai falsafah minangkabau. (war)