28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Pengelola Homestay di Tanahdatar Dapatkan Pelatihan

BATUSANGKAR, KP – Tidak bisa dipungkiri, sektor pariwisata terkena imbas akibat pandemi Covid-19. Ratusan pelaku mulai dari pekerja di sektor perhotelan, restoran, pekerja seni, pekerja ekonomi kreatif dan kelompok sadar wisata hingga pemilik dan masyarakat sekitar merasakan penurunan pendapatan. Akibatnya, sebagian yang bekerja di sektor tersebut terpaksa dirumahkan dan bahkan ada yang dilakukan pemutusan hubungan kerja atau tidak mendapat job yang diharapkan.

Untuk itu, pihak Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Tanahdatar kembali menggali semangat dan potensi para pelaku wisata, agar pariwisata kembali bangkit. Penggalian semangat itu dilakukan secara bertahap dengan memberikan peningkatan kompetensi para pelaku wisata, termasuk pengelola homestay. Pelatihan manajemen homestay diberikan kepada 40 peserta yang merupakan pengelola homestay se-Tanahdatar selama lima hari, dari Selasa (27/10) hingga Sabtu (31/10), di Emersia Hotel Resort Batusangkar.

Adapun materi yang diberikan, yakni tentang cara pemberian pelayanan, tata kelola, promosi, termasuk persoalan Clear, Healty, Safety, dan Environment (CHSE) dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten dari akademisi perguruan tinggi (Politeknik Padang dan Akademi Pariwisata Bunda) serta unsur pelaku usaha, pemilik homestay di Sawahlunto dan pengelola Hotel Emersia.

“Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 di Tanahdatar. Yaitu terjadinya penurunan kunjungan wisatawan secara dratis. Awalnya dimulai pemberlakuan berbagai pembatasan perjalanan atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19,” ujar Kabid Pariwisata Dinas Parpora Tanahdatar, Efrison.

Disebutkan Efrison, akibat pandemi Covid-19, ratusan pekerja pariwisata terkena dampak. Maka dari itu, sektor pariwisata harus menjadi perhatian untuk segera dibangkitkan. Karena sektor tersebut akan mampu lebih cepat meningkatkan kembali perekonomian masyarakat. “Salah satu upaya dalam pemulihan ekonomi, membuka kembali objek wisata dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat dan melaksanakan program 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Oleh karena itu kita berikan pelatihan kepada pengelola homestay termasuk objek wisata yang memiliki progres membuat homestay,” jelasnya.

Efrison mengatakan, terkait pembukaan kembali destinasi pariwisata harus tetap memperhatikan surat edaran Gubenur Sumbar Nomor 004/ED/GSB-2020 tentang Antisipasi Penyebaraan Covid-19 pada libur dan cuti bersama tahun 2020. Salah satu yang diatur dalam surat edaran tersebut adalah pengelola wisata agar menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu membatasi pengunjung hanya 50 persen, menjaga jarak, menggunakan masker, tidak melaksanakan pesta, termasuk tidak menggunakan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif.

“Berdasarkan SE Gubernur Sumbar tersebut, kepada pengelola objek wisata Tanahdatar diimbau untuk mematuhi dan melaksanakan Surat Edaran Gubernur Sumbar serta terus memberikan sosialisasi kepada karyawan dan pengunjung, bahwa penerapan protokol kesehatan yang ketat di objek wisata adalah prioritas utama,” jelasnya. (nas)