24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KETENANGAN BUKITTINGGI TERUSIK, Keroyok Anggota TNI, Empat Anggota Klub Moge Ditahan

BUKITTINGGI, KP – Suasana Kota Bukittinggi yang tenang tiba-tiba terusik oleh sebuah peristiwa yang viral dan menjadi sorotan nasional. Hal itu disebabkan oleh ulah oknum anggota klub motor gede(moge) Harley Owners Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia yang melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota unit intel Kodim 0304/Agam. Video pengeroyokan anggota TNI itupun dalam sekejap viral di media sosial. Saat ini kasus itu sudah ditangani pihak Polres Bukittinggi. Empat orang anggota HOG ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Secara resmi, HOG juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu pada Jumat malam (30/10). 

Kedua anggota Kodim 0304/Agam yang dikeroyok oknum anggota klub moge yang sedang melakukan toruing ‘Long Way Up Sumatra Island’ itu adalah SerdaMistari dan SerdaYusuf. Akibat pengeroyokan itu Serda Mistari mengalami luka bibir pecah dan kepala lebam. Sementara Serda Yusuf mengalami kepala lebam akibat diin jak serta leher dan perut memar akibat tendangan.

Adapun kronologis kejadian yang dihimpun KORAN PADANG bermula pada Jumat sore (30/10) sekitar pukul 16.40 WIB Serda Mistari dan Serda Yusuf berboncengan sepeda motor jenis Honda Beat di JalanDr. Hamka, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.

Saat itu melintas rombongan HOG yang dikawal mobil patwal Polres Bukittinggi dan Serda Yusuf meminggirkan kendaraannya untuk memberijalan kepada rombongan moge tersebut. Setelah rombongan berlalu, Serda Yusuf bersama Serda Mistari melanjutkan perjalanan menuju makodim. Namun dari belakang melaju anggota moge yang terpisah dari rombongan dan menggeber sepeda motornya sehingga Serda Yusuf terkejut dan nyaris jatuh. Atas kejadian itu, Serda Yusuf mengejar dan memberhentikan motor moge tersebut. Namun setelah berhenti, rombongan moge langsung mengejar dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari, tepatnya di depan konter handphone Simpang Tarok, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah anggota TNInamun oknum anggota klub HOG itu tidak mengacuhkannya, malah sempat melontarkan ancaman akan menembak.

Melihat kejadian itu,masyarakat ramai berdatangan dan melerai aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI tersebut. Setelah itu rombongan moge melanjutkan perjalanan menuju Hotel Novotel. Sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian yang dialaminya kepada perwira piket Kodim 0304/Agam.

Anggota intel Kodim 0304/Agam kemudian mendatangi rombongan moge ke Hotel Novotel untuk mempertanyakan aksi pengeroyokan terhadap Serda Mistari dan Serda Yusuf. Namun,dikabarkan oknum anggota HOG bersikap arogan menanggapi konfirmasi dari anggota kodim tesebut.

Selanjutnya sekitar pukul 17.35 WIB, Dandim 0304/ Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dadi bersama Pasi Intel tiba di Hotel Novotel dan bertemu dengan Letjen (Purn) Jamaris Chaniago selaku ketua rombongan Long Way Up Sumatra Island’untuk melakukan koordinasi atas permasalahan yang terjadi. Sekitar pukul 18.05 WIB permasalahan itu akhirnya dapat diselesaikan dan Letjen (Purn) Jamaris Chaniago menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Diduga tidak puas dengan hanya permintaan maaf atas pengeroyokan itu, sekitar pukul 20.25 WIB sekitar 50 orang anggota Kodim 0304/Agam mendatangi Polres Bukittinggi. Ketika itu rombongan moge tengah melakukan silaturahmi dengan Kapolres Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara.  

Pada saat bersamaan,Dandim 0304/AgamLetkol Arh Yosip Brozti Dadi menerima perintah dari Pangdam I/Bukit BarisanMayjen TNI Irwansyah untuk melaporkan secara resmi kejadian pemukulan terhadap dua orang anggota Kodim 0304/Agam ke Polres Bukittinggi. Pada pukul 21.45 WIB, Serda Mistrui dan Serda Yusuf melaporkan pengeroyokan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bukittinggididampingi Dansub Denpom 1-4 Bukittinggi.

Malam itu juga dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Bukittinggiterhadap anggota klub HOG yang diduga melakukan penganiayaan. Pemeriksaan disaksikan langsung Dandim 0304/Agam Letkol Yosit Brosti Dadi, Kapolres Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara, dan Dan Subdenpom 1-4 BukittinggiSudirman.Dari hasil pemeriksaan ditetapkan dua orang pelaku penganiyaan yaitu BSA(18 tahun) yang masih berstatus pelajar asal Bandung dan MS(49 tahun) pekerjaan wiraswasta asal padang.

Kemudian dari pengembangan pemeriksaan ditetapkan lagi dua tersangka masing-masing berinisial HS(48 tahun) pekerjaan kontraktor asal Bandung dan JAD(26 tahun) pekerjaan swasta asal Bandung.Dari keterangan saksi dan video yang beredar serta rekaman CCTV,keduanya tampak turut serta melakukan pemukulan. Keempat tersangka kemudian diamankan di sel tahanan Polres Bukittinggi. Keempat tersangka disangkakan pasal 170 juncto 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Pihak kepolisian juga mengamankan 13 unit moge Harley Davidson milik anggota komunitas HOG.

Sekitar pukul 23.30 WIB, komunitas moge HOG membuat video permohonan maaf kepada seluruh anggota TNI,khususnya kepada angota Kodim 0304/Agam dan masyarakat Kota Bukittinggi. Sementara, Serda Mistari dan Serda Yusuf dibawa ke Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi untuk melakukan pemeriksaan dan visum. Kemudian keduanya dibawa ke Rumah Sakit Tentara Tingkat 4 Kota Bukittinggi untuk dilakukan rawat inap.

Kapolres BukittinggiAKBP Dody Prawiranegara memastikan kasus itu telah ditangani. “Setidaknya ada 13 orang dalam kejadian tersebut, empat orang diantaranya sudah ditahan dan yang lainnya masih dilakukan pemeriksaan,” katanya. (eds/oki)