19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pelayanan Masyarakat, Diskominfo Pariaman Sediakan ‘Sipadeh dan Sampan’

PARIAMAN, KP – KasiPengembangan dan Pengelolaan Data Aplikasi Dinas Kominfo, Devi Hariandi mengatakan sudah mengembangkan aplikasi Sipadeh (Sistem Informasi Persuratan Administrasi Desa dan Kelurahan) semenjak 5 bulan lalu. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi online persuratan yang digunakan Desa dan Kelurahan serta sudah diproyekkan di 8 Desa dan kelurahan. “Jadi masyarakat bisa mengajukan permintaan surat tanpa harus datang langsung ke kantor desa atau kelurahan. Dengan aplikasi ini proses pembuatan surat lebih cepat dan mudah,” ulasnya.

Untuk proses awal pengajuan surat sebutnya, dimulai dari permohonan warga secara online, kemudian surat itu masuk ke aplikasi desa/lurah yang dijalankan operator. “Nanti operator akan meneruskan ke Kepala Desa dan Kepala Desa dapat melihat surat tersebut tanpa harus ada di tempat/kantor.

Dikatakannya, walaupun Kepala Desa berada di luar tetap bisa menandatangani surat tersebut secara online. Kemudian untuk proses persetujuan camat, maka juga bisa dilakukan secara online. Setelah kepala desa menandatangani surat tadi secara online, maka langsung terkirim ke kantor kecamatan dan Camat bisa melihat dan mengecek surat masuk serta bisa langsung menandatanganinya. “Surat yang telah ditandatangani Camat secara otomatis akan kembali lagi ke Desa. Setelah selesai operator dapat memberitahukan kepada masyarakat tersebut bahwasanya surat telah selesai dan bisa dijemput,” paparnya.

Dia menjelaskan, tujuan layanan tersebut untuk meningkatkan pelayanan publik di desa/kel. Kemudian untuk kecepatan proses layanan administrasi warga, kualitas administrasi desa/kel. Selanjutnya meningkatkan konsistensi layanan kependudukan dan administrasi karena database aplikasi Sipadeh langsung terhubung ke Disdukcapil. 

Sedangkan latar belakang dibuatnya aplikasi Sampan (Sistem Aplikasi Mitigasi bencana dan Pengaduan Kedaruratan) jelasnya, mengingat Kota Pariaman rawan dan berada dalam zona bencana. Termasuk perkiraan dari ahli meteorologi yang menyatakan akan terjadi mega thrust. “Untuk mengantisipasi hal tersebut kita perlu sebuah aplikasi yang menangani proses mitigasi bencana. Dengan adanya aplikasi ini ketika terjadi suatu gempa yang menimbulkan potensi tsunami, maka secara otomatis ada peringatan dan warning kepada warga yang sudah menggunakan aplikasi tersebut,” terangnya.

Dari warning tersebut lanjutnya, maka aplikasi akan mengarahkan warga ke area evakuasi terdekat. Selain itu aplikasi sampan juga memiliki fitur data cuaca, suhu udara dan kondisi alam secara real time. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga melayani pengaduan kedaruratan dari masyarakat. “Ketika ada warga yang mengalami tindakan kriminal di saat terjadi bencana alam. Maka masyarakat dapat melaporkan secara online ke aplikasi tersebut dan akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait,” sebutnya.

“Dengan adanya aplikasi ini kita harapkan proses mitigasi dan dampak bencana dapat diminimalisir. Adapun OPD yang terhubung dengan aplikasi Sampan ini terdiri dari BPBD, Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Kepolisian dan RSUD sebagai adminnya,” tutupnya. (war)