18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemkab Tanahdatar Terima 14 Sertifikat Bidang Tanah dari BPN

BATUSANGKAR, KP – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menerima 14 sertifikat bidang tanah aset Pemkab dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanahdatar yang telah selesai admnistrasinya.Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPN Tanahdatar, Nurhamida didampingi Kasi Pengadaan BPN Hella Mayang Shinta dan beberapa staf lainnya, kepada Pjs Bupati Erman Rahman didampingi Inspektur Altri Suandi, Kepala Dinas  Pekerjaan Umum Nofi Hendri, Kabag Humas dan Protokol Yusrizal dan Kabid Aset BKD Budi Chandra, Selasa (27/10) di ruang kerja bupati, Pagaruyung.

Sertifikat yang diserahkan tersebut merupakan sertifikat yang telah selesai segala sesuatunya dan masih ada lagi puluhan sertifikat milik Pemkab yang saat ini masih dalam proses penyelesaian oleh pihak BPN. Dalam kesempatan itu, Inspektur Tanahdatar Altri Suandi, mengapresiasi pihak BPN yang sangat intens dan memberikan support dengan bentuk menyelesaikan sertifikat milik Pemkab. 

“Empat belas sertifikat ini merupakan lahan atau tanah yang semua urusannya telah selesai, atau dengan arti kata,  seluruh aset Pemkab yang sudah aman langsung disertfikatkan dan kami akan selalu memonitor perkembangan aset-aset Pemkab lainnya untuk disertifikatkan,” terangnya.  

“Terimakasih kita sampaikan kepada BPN, di mana target untuk bulan ini sudah tercapai. Apalagi dari target kita hingga akhir tahun sebanyak 20 sertifikat, sekarang sudah selesai 14,” ucapnya. 

Sejauh ini terang Altri Suandi, untuk mensertifikatkan pada umumnya terkendala pada proses administrasi. “Jadi orang zaman dahulu hanya menyerahkan melalui mulut dan perkataan tanpa bukti apa-apa. Nah sekarang saat kita akan mengurus,  pihak ahli waris kadang tidak mengetahui hal itu,” ulas Altri. 

Sementara itu Kepala Dinas PU, Nofi Hendri di hadapan Pjs Bupati juga menyampaikan masih ada ratusan lainnya tanah milik Pemkab Tanahdatar yang belum disertifikatkan. “Lebih kurang masih ada 955 aset yang belum disertifikatkan. Mulai dari jalan, sarana kesehatan, sekolah dan bangunan umum lainnya,” jelasnya. 

Nofi juga menyebutkan,  hingga akhir tahun ini sebenarnya ada 61 bidang untuk diproses sertifikat. Namun,  dari jumlah itu ditargetkan selesai sebanyak 20 sertifikat bidang tanah, hingga Oktober telah selesai sebanyak 14 sertifikat. “Kita yakin sisanya dari target dapat terselesaikan pihak BPN. Untuk tahun besok kita manargetkan sekitar 300 bidang untuk disertifikatkan,  tentunya hal ini juga kita bicarakan pembiayaannya,” ulasnya. 

Sedangkan Kepala BPN Tanahdatar, Nurhamida mengatakan, jika dari target 20 itu baru terselesaikan secara menyeluruh 14 sertifikat. “Total secara keseluruhan yang sudah selesai diurus pada tahun ini ada sebanyak 66 bidang. 42 di antaranya sudah selesai pada Agustus lalu, sisanya sekarang 14 dan masih ada yang sedang dikerjakan sesuai target. Dan jika tidak ada kendala seperti gugatan ataupun karena kesibukan administrasi, sisa target tersebut dapat diselesaikan dalam dua pekan,” jelasnya. 

Nurhamida menerangkan, sesuai program pemerintah pusat untuk memetakan aset di wilayah masing-masing,  khusus di Tanahdatar terdapat 17.000 bidang tanah yang akan diukur. 10.000 bidang diukur pihak ketiga  dan 7.000 bidang diukur pihak BPN sendiri. “Jadi dari semua target 17.000 bidang itu, dipetakan mulai dari aset milik nagari, kecamatan hingga kabupaten,” sebutnya. 

Sementara Pjs Bupati Tanahdatar, Erman Rahman berharap, agar target BPN itu dapat terselesaikan sesuai target dari pemerintah pusat dan kepada OPD terkait agar seluruh aset yang telah disertifikatkan untuk segera dibenahi.  “Jadi seluruh yang sudah tersertifikatkan ini jangan dibiarkan begitu saja. Cepat benahi, seperti membangun pagar, perbaikan-perbaikan bangunan dan segala macamnya. Agar apa yang sudah jelas milik Pemda ini dapat terkelola dengan baik,” tegasnya. (nas)