24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

RUMAH TERBAKAR, SATU KELUARGA TEWAS, Jasad Ayah dan Tiga Anak Ditemukan dalam Posisi Berpelukan

SIMPANG EMPAT, KP – Satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah dan tiga anaknya tewas terpanggangketika rumah mereka di Jambak Jalur IV Barat, Jorong Jambak Selatan, Nagari Koto Baru, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar)hangus terbakar, Sabtu (31/10) dinihari.

Ketika kebakaran menghanguskan rumah semi permanen yang mereka tempati, tak satupun dari anggota keluarga ini yang bisa menyelamatkan diri. Mereka yang tewas dalam kebakaran ini adalah adalah Dafler Siagian (48 tahun) dan tiga anaknya yakni SV (18 tahun), ADP (12 tahun), dan MN (8 tahun).

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) PasbarAKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan Reserse KriminalAKP Fetrizal S mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. “Kejadian ini diketahui pertama kali oleh saksi atas nama Hendri Sutopo ketika api sudah membesar,” kata Fetrizal.

Setelah mengetahui kebakaran, saksi langsung memanggil tetangga lainnya untuk menolong korban serta menghubungi pemadam kebakaran.

“Api yang begitu cepat membesarbaru bisa dijinakkan sekitar pukul 03.30 WIB oleh satu unit pemadam kebakaran dibantu warga sekitar,” lanjut Fetrizal.

Kerugian materil akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah yang terdiri dari rumah semi permanen ukuran 6 x 12 meter beserta seisi rumah.

Ditambahkan Fetrizalpihaknya telah melaksanakan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan mencatat keterangan sejumlah saksi.

Terpisah, saudara korban yang juga merupakan Pemimpin Umum KORAN PADANG, Jongguk Marasi Siagian berpendapat lain terhadap penyebab terjadinya kebakaran ini.Ia mendugakebakaran itu ada unsur kesengajaan. Sebab, saudaranya ini beserta tiga orang keponakannya ditemukan tewas terpanggang dengan posisi tersusun rapi dan saling berpelukan.

“Adik saya Dafler Siagian ini sebelumnya sempat bercerita bahwa dia ada masalah ditempat kerjanya yakni di lokasi pemecah batu yang tidak jauh dari tempat tinggalnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dalang dibalik kejadian ini.”Kami dari pihak keluarga belum bisa menerima kalau adik kami ini dikatakan meninggal dalam kondisi kebakaran yang disebabkan oleh korsleting. Karena sebelumnya ia sempat cerita bahwa ia punya masalah,” ujar Jongguk Marasi Siagian. (rom)