28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

SEMPAT ‘SAPAYUANG BAJAUH HATI’, Buya Feri Sungkem ke Irfendi Arbi

LIMAPULUH KOTA, KP-Sikap sopan santun, saling menghargai, dan menghormati yang telah menjadi adab bagi masyarakat Minangkabauternyata sudah menjadi kepribadian seorang Ferizal Ridwan dan Irfendi Arbi.Buktinya, meski semasa kepemimpinan Bupati Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan sempat muncul istilah ‘sapayuang bajauah hati’, namun ‘keriuhan’ itu hanya sebatas penegakan prinsip yang menjadi hak berpikir individu. Perbedaan pendapat itu tak sampai merusak hubungan silaturahmi antara Irfendi Arbi dengan Ferizal Ridwan.

Mengambil momen Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu, Ferizal Ridwan mendatangi Irfendi Arbi untuk menyampaikan permintaan maafapabila selama menjalankan amanah sebagai wakil bupati masa bakti 2015-2020sering berbeda pendapat.

“Saya legowo dan sungkem menyatakan permintaan maaf kepada Kakanda Irfendi Arbi. Menyampaikan pernyataan maaf kepada orang yang usianya lebih tuaadalah adab bagi masyarakat Minangkabau. Saya lahir dan dibesarkan dari keluarga terdidik. Ayah saya seorang dosen dan ibu saya seorang guru. Sungkem kepada Kakanda Irfendi Arbi adalah sikap sopan santunyang sejak dini diajarkan kedua orangtua saya. Ini juga sikap saling menghormati dalam merajut tali silaturahmi sebagai adab bagi kita orang Timur,” ulas Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri.

Terpisah, Irfendi Arbi membenarkan jika Ferizal Ridwan memang datang menjumpainya untuk silaturahmi dan menyampaikan permintaan maaf. “Tindakan Buya Feri untuk datang bersilaturahmi dan menyampaikan permintaan maafsungguh terpujikarena sudah menjadi adab bagi masyarakat kita di Minangkabau. Sebagai umat muslim, agama mengajarkan kita untuk saling menghormati, saling memaafkan, dan saling mendoakan keselamatan. Mari kita koreksi diri kita masing-masingkarena manusia itu tidak ada yang sempurna, dan kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT, ” pungkas Irfendi Arbi. (dst)