28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KASUS PENGEROYOKAN ANGGOTA TNI, Tersangka Bertambah Jadi Lima Orang

BUKITTINGGI, KPPenyidik Satreskrim Polres Bukittinggi kembali menetapkan satu orang tersangka baru dalam kasus penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan terhadap anggota unit intel Kodim 0304/Agam Serda Mistari dan Serda Yusuf yang dilakukan oknum anggota klub motor gede (moge) Harley Owner Groups (HOG) Siliwangi Bandung Cahpter Indonesia, di Kota Bukittinggi Jumat lalu (30/10).

Penetapan tersangka baru ini dilakukan berdasarkan pemeriksaan alat bukti oleh tim khusus (timsus) yang sengaja dibentuk untuk menangani kasus tersebut. Sehingga,  total keseluruhan yang terlibat hingga kini sebanyak lima orang.

Kapolres Bukittinggi AKBPDody Prawiranegaradidampingi Kasat Reskrim  AKPChairul Amri Nasution mengungkapkan satu orang tersangka baru itu adalah TR(33 tahun).

“Ditetapkannya TRsebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara. Sebelumnya kita telah menetapkan empat tersangka masing-masing berinisial BSA(16 tahun), MS (49 tahun), HS (48 tahun), dan JAD (26 tahun),” ujarAKPChairul Amri.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto juga membenarkan adanya penambahan tersangka dalam kasus tesebut. Menurutnya tersangka kelima berinisial TR alias T (33) merupakan warga Provinsi Jawa Barat.

“Tersangka (TR) berperan mendorong korban Serda Muhammad Yusuf sampai terjatuh. Hal ini dikuatkan keterangan saksi karyawan toko butik dan konter HP di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Satake.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa penganiayaan ini terjadi di jalan raya depan konter Handphone Simpang Tarok, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Aksi kekerasan terhadap dua orang anggota unit intel Kodim 0304/Agam yang dilakukan rombongan motor gede ini beredar di media sosial hingga viral dan jadi sorotan nasional.

EMPAT MOGE DIDUGA BODONG

Dalam kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa jaket, helm, dan sepatu yang digunakan para tersangka saat melakukan penganiayaan. Sementara dari 13 motor Harley Davidson yang diamankan, empat unit di antaranya diduga tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) alias bodong.

Hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan intensif, diperkirakan akan ada lagi penambahan tersangka, mengingat fakta baru keterangan sejumlah saksi/dan alat bukti berupa rekaman video amatir warga, dan kamera CCTV di lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV milik toko pakaian di lokasi kejadian di Jalan Hamka, Simpang Tarok, pengeroyokan terjadi sekira pukul 16.53 WIB, Jumat (30/10), terlihat korban Serda Mistari yang memakai masker dan celana serta jaket hitam, dianiaya oleh beberapa orang pengendara moge.

Sementara, dalam rekaman video amatir warga yang beredar sebelumnya dan viral, memperlihatkan sejumlah orang berbadan tegap menarik, memukul, dan menendang kepala korban Serda yusuf, yang meringkuk di lantai toko.

Akibat penganiayaan dan pengeroyokan tersebut, Serda Mistari mengalami luka pada bibir, dan Serda Yusuf bengkak di kepala sebelah kiri belakang, dan memar pada pinggang kiri.

Pesan Indro Warkop untuk Anggota Club Moge: Kita Bukan yang Punya Jalanan

Terkait kasus ini, Indrodjojo Kusumonegoro atau yang lebih dikenal dengan Indro Warkop sempat mengingatkan dan pernah memberi pesan untuk para anggota club moge. Nasihat itu ia berikan sebagai sebuah pesan dari dirinya yang juga merupakan seorang penggemar motor Harley Davidson.

“Anak-anak Harley Davidson club, apapun clubnya, ingat, kita ini masyarakat biasa. Dekatlah dengan masyarakat, karena kita memakai (jalan) bareng-bareng, mari kita saling menghormati,” ujar Indro.

Ia menambahkan anggota moge tetaplah masyarakat yang bukan penguasa jalanan. “Kita bukan warga negara kelas satu, kita bukan yang punya jalanan walaupun kita mungkin kenal banyak pejabat,” ujarnya. (eds)