19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kiprah Kartini di Tengah Pandemi

PADANG, KP – Wajah-wajah penuh semangat terpancar dari 9 orang ibu-ibu di Sanggar D’Kartinis Kecamatan Bungus Teluk Kabung.Sambil sesekali membetulkan face shield yang mereka kenakan, masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang mengukur dan menggunting pola serta ada yang sibuk menjahit kain untuk dibuat masker.

Masker produksi D’Kartinis merupakan pesanan dari berbagai instansi, bahkan juga sudah dipasarkan di beberapa daerah di Sumatera Barat bahkan sampai ke Pulau Jawa.

Sanggar D’Kartinis yang terbentuk pada awal 2018 ini terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Mereka diberikan bantuan pelatihan menjahit melalui program pemberdayaan masyarakat oleh Pertamina.

Menurut Vira, fasilitator pendamping dari Human Interaktif, para ibu ini awalnya diberikan pelatihan menjahit tingkat dasar selama enam bulan. “Setelah itu Pertamina membantu menyediakan peralatan mesin jahit serta obras. Serta bantuan stimulan berupa bahan-bahan seperti kain untuk pembuatan seprai,” terang Vira saat ditemui di outlet D’Kartinis, baru-baru ini.

Ia menambahkan para ibu ini kembali mendapat pelatihan tingkat lanjut agar dapat menghasilkan produk yang bisa bernilai ekonomis. “Awalnya kita fokus pada pembuatan seprai, namun sejak pandemi Covid 19 kita melihat kebutuhan masker sangat tinggi. Lalu kita coba belajar membuat masker ternyata mendapat respon positif,” lanjut Vira.

Dalam sehari masing-masing anggota D’Kartinis mampu membuat 100-200 lembar masker non medis. Laris manisnya penjualan masker produksi D’Kartinis tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian anggota.

Hal ini diungkapkan oleh ibu Sri salah seorang anggota D’Kartinis. Sejak mendapat pelatihan menjahit melalui progam pembinaan dari Pertamina, ia bisa memperoleh penghasilan sendiri guna membantu suaminya yang berprofesi sebagai nelayan tradisional.

“Sejak bergabung dengan D’Kartinis saya dapat membantu perekonomian keluarga namun tidak mengganggu tugas rumah tangga karena pekerjaan menjahit dapat dilakukan di rumah. Tinggal ambil pola dan bahan, kita jahit sendiri di rumah,” ujarnya.

Bahkan sejak tingginya orderan masker buatan D’Karitinis, ia mengaku sudah bisa menabung serta membeli peralatan rumah tangga. “Alhamdulillah saya sudah bisa membeli mesin cuci. Terima kasih Pertamina,” ujarnya sambil tersenyum.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Nelriwati. Janda dua anak ini sangat bersyukur dapat pelatihan dan pembinaan dari Pertamina melalui D’Kartinis. “Dari membuat masker saya bisa memperoleh penghasilan Rp 100 ribu-Rp 200 ribu seharinya. Saya sangat bersyukur telah mendapat pelatihan dari Pertamina, serta bergabung dengan D’Kartinis, dengan inilah saya bisa membiayai kebutuhan saya dan dua orang anak saya yang masih sekolah,” ungkapnya.

Selain mampu meningkatkan perekonomian, saat ini D’Kartinis sudah mampu menyewa outlet yang digunakan untuk tempat bekerja juga sebagai galeri dan pusat penjualan produk. “Dari hasil penjualan, kita menyisihkan penghasilan untuk uang kas. Dari uang kas ini kita sekarang sudah mampu menyewa sebuah outlet. Bahkan kita juga sudah melakukan aksi sosial dengan membagikan 1000 masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi Covid 19,” ujar Vira.

Untuk tahap berikutnya, menurut Vira, para anggota D’Kartinis akan mendapat pelatihan pemasaran produk dengan memanfaatkan networking seperti media sosial. “Nanti ibu-ibu ini kita latih jualan di medsos, biar dapat mengembangkan pemasaran produk serta hasil karyanya. Kita ingin dapat berbuat sesuatu, jangan pandemi menjadi penghalang para kartini dalam berkarya,” pungkas Vira. (ip)