24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pakai Ijazah Pelayaran Palsu, Nakhoda dan KKM Diamankan Polisi

PADANG, KP – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolair) Polda Sumbar mengungkap kasus kepemilikan ijazah pelayaran palsu yang digunakan nakhoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) untuk berlayar.

Direktur Polisi Air dan Udara Polda Sumbar Kombes Pol Sahat Hasibuan saat jumpa pers, Senin (2/11), mengatakan pihaknya menangkap dua tersangka yaitu Toto Sugiarto dan Fachrul Sani.Ia menjelaskan penangkapan ini berawal pada 21 September 20202 ketika petugas melakukan pemeriksaan atas kapal TB Solomon Dolphin yang sedang menggandeng Tongkang BG Jumeirah Bay 2307 yang mengangkut muatan di perairan Teluk Bayur.

Petugas langsung memeriksa surat administrasi kapal dan muatan berupa limbah B3 yang mereka bawa. Untuk limbah B3 rencananya dibawa ke PT Semen Padang untuk diolah dan surat-suratnya lengkap. Namun ketika petugas memeriksa iijazah nakhoda dan KKM diduga ada persoalan.

“Kita sudah mendapatkan informasi dugaan ijazah pelayaran palsu ini banyak beredar,” ucapnya.

Menurutnya, ketika memasukkan nomor register pelayaran ke barcode tampilan ijazah dan data di barcode memang sama. Kemudian pihaknya melakukan pemeriksaan langsung ke pihak yang mengeluarkan ijazah yakni Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) di Jakarta.

“Setelah kita konfirmasi langsung ke BP3IP ternyata dua orang ini tidak terdaftar dan tidak pernah mengikuti pendidikan pelayaran di sana,”ucapnya.

Kedua pelaku ini langsung diamankan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.Keduanya disangkakan melanggar pasal 302 ayat 1 jo pasal 117 ayat 2 Huruf C UU 17 2008 tentang pelayaran dan pasal 263 ayat 2 KHUPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman maksimal lima tahun kurungan. (ant)