18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PASCA-RICUH KLUB HARLEY DI BUKITTINGGI, ‘Mengintip’ Rekam Jejak Letjen (Purn) Djamari Chaniago

BUKITTINGGI, KP – Hingga Senin (2/11), polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan anggota unit intel Kodim 0304/Agam yang dilakukan sejumlah oknum anggota klub moto gede (moge) Harley Owner Group (HOG) Siliwangi bandung Cahpter Indonesia, di Bukittinggi,Jumat lalu (30/11) . Polisi menyebutklub HOG ini dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Menurut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu, Djamari merupakan mantan Kasum TNI. Saat rombongan HOG melintas di Bukittinggi, Letjen Djamari Chaniago berada paling depan. Sementara, anggota klub yang melakukan pengeroyokan tertinggal dari rombongan. Djamari sempat turun tangan melakukan mediasi antara pelaku dan korban usai pengeroyokan terjadi.

“Beliau (Djamari – red) nginap di Hotel Novotel. Jadi sempat di mediasi di Hotel Novotel. Tapi pihak pelapor (korban pengeroyokan) tidak terima, akhirnya yang bersangkutan datang ke polres melaporkan kasusnya,” ujar Bayu.

SOSOK DJAMARI CHANIAGO

Usai namanya mencuat, banyak pihak tentu penasaran dengan sosok Letjen (purn) Djamari. Lantas siapakah dia?

Djamari ternyata adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang punya karir cukup cemerlang di Korps Baret Hijau. Purnawirawan jenderal bintang tiga ini pernah dipercaya sebagai Pangkostrad, jabatan strategis di TNI Angkatan Darat.

Dia lahir di Padang, 8 April 1949. Djamari mengenyam pendidikan di Akademi Militer (dulu Akabri) Magelang, Jawa Tengah. Dia merupakan abituren (lulusan) 1971 dari kecabangan infanteri.

Dalam rekam jejaknya, sejumlah jabatan pernah diemban tentara yang banyak menghabiskan karier di Korps Baret Hijau (Kostrad) ini. Djamari antara lain pernah ditunjuk sebagai Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat, dan Kepala Staf Brigif Linud 18/Trisula.

Saat berpangkat kolonel, dia menjabat sebagai Komandan Brigif Linud 18/Trisula dan Komandan Rindam I/Bukit Barisan. Karirnya terus menanjak dengan meraih bintang satu saat dipromosikan sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Djamari termasuk sosok dengan karir cemerlang. Dia dengan cepat meraih pangkat jenderal bintang dua saat ditugasi sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad. Selanjutnya dia menempati jabatan strategis sebagai Pangdam III/Siliwangi.Sejumlah tokoh militer yang melesat ke pucuk pimpinan Angkatan Darat banyak yang pernah berkarier di Kodam ini. Hal itu juga berlaku bagi Djamari. Puncak karirnya saat dia dipromosikan sebagai Pangkostrad. Seperti diketahui, Kostrad merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur TNI AD. Kostrad memiliki jumlah pasukan yang detailnya dirahasiakan dan selalu siap untuk beroperasi atas perintah Panglima TNI kapan pun. (hps)