18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Revitalisasi TMSBK Tahap II Ditargetkan Selesai Akhir Desember

BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), menargetkan pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap II untuk pembangunan kandang zona reptil dan zona karnivora selesai pada akhir Desember 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Supadria melalui Kepala Bidang TMSBK, Ikbal Bahal kepada Media, Minggu (1/11) menyebutkan, hingga saat ini (Sabtu -red) bobot pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap II yang dikerjakan PT Sumber Midia karya sudah mendekati 90 persen.

Revitalisasi TMSBK tahap II tersebut jelasnya, meliputi penyelesaian zona burung atau Taman Aviari, pembuatan kandang zona reptil seperti kandang buaya, ular, kura-kura dan hewan reptil lainnya. Serta pembuatan kandang zona karnivora seperti kandang harimau, singa, macan dahan, macan tutul, kucing emas serta hewan karnivora lainnya.

Lanjutnya, untuk penampilan kandang zona reptil dan zona karnivora, dibuat secara menarik dengan gaya modern. Dengan selesainya pembangunan kandang dua zona tersebut, nantinya pengunjung akan merasakan berada di alam reptil itu sendiri dan pengunjung juga dapat berintegrasi dengan hewan karnivora dari balik dinding kaca tebal.

“Pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap II telah dimulai sejak April 2020 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020 dengan anggaran sebesar Rp 13 Miliar lebih dari APBD Kota Bukittinggi. Revitalisasi TMSBK tahap II ini juga merupakan lanjutan dari pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap I untuk zona burung atau kandang Aviari, yang pekerjaannya telah selesai dilaksanakan,” kata Ikbal.

“Setelah tahap II ini, juga akan dilanjutkan tahap III berupa lanjutan pekerjaan zona karnivora dan pembangunan Zona Primata atau monyet. Di mana untuk Zona Primata ini kita akan membuatkan semacam pulau di area yang ada di TMSBK, dan di Pulau yang dilingkari dengan air itu, monyet-monyet berkeliaran,” sambungnya.

Menurut Ikbal, revitalisasi TMSBK yang dilaksanakan bertujuan lebih memberikan suasana baru bagi satwa di dalamnya. Di samping itu juga untuk menjadikan TMSBK Bukittinggi menuju pengelolaan TMSBK yang modern. Artinya,  dalam TMSBK ada pemeliharaan, pengembangan dan aktivitas penelitian atau edukasi, sehingga pada akhirnya TMSBK Bukittinggi memiliki konsep konservasi, edukasi dan rekreasi.

“TMSBK Bukittinggi termasuk dalam kategori Taman Satwa, karena memiliki luas lahan lebih kurang 3,2 hektare. Apabila luas lahan 15 hektare ke bawah, masuk dalam kategori taman satwa. Apabila luas lahan 15 hektare ke atas, masuk kategori kebun binatang,” paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bukittinggi sebagai kota wisata sangat mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, berbagai terobosan dilakukan pemerintah daerah untuk pembenahan dan pengembangan objek wisata, agar pengunjung dan wisatawan tidak bosan-bosannya ke Bukittinggi. “Dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi, tentu akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (eds)