19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Suami Istri Ditemukan Bersimbah Darah Dalam Kamar Mandi

SOLOK, KP – Sepasang suami istri ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar mandi rumah kontrakannya di Korong Sawah Tangah, Jorong Pincuran Baruah, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu sore (1/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Diduga, sang suami Yusrial (45 tahun) membunuh istrinyaSuriantina (40 tahun)kemudian melakukan aksi bunuh diri.

Informasi dari warga sekitar, pasangan asal Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solokyang memiliki usaha laundry tersebutdiketahui sering gaduh dan terlibat cekcok. Sejumlah warga yang minta namanya tidak dikorankan menyebutkeributan suami istri itu dipicu permasalahan asmara. Sang suamiyang dikenal warga dengan nama Pak Wemencurigai istrinyaSuriberselingkuh. Karena sering cekcok, keributan pasutri pada sore kelabu itu tidak terlalu dipedulikan warga sekitar. Namun, sekira pukul 16.00 WIBwarga sekitar geger karena pasangan suami istri itu ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan bersimbah darah.

Peristiwa itu langsung diselidiki petugas yang mendapat laporan dari warga. Lokasi kejadian langsung dipasang garis kuning ‘police line’ untuk kepentingan olah TKP. Lokasi kejadian yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera Kilometer 1menghubungkan Solok dan Dharmasraya itu tak pelak menimbulkan kemacetan lalulintas panjang hingga sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugrohomelalui Kasat Reskrim AKP Deny Akhmad Hamdani mengungkapkan Yusrial dan Suri menikah secara siri sejak empat bulan lalu. Kejadian berdarah itu bermula sekira pukul 15.30 WIB Yusrial bersama anak laki-lakinya yang berumur enam tahun datang ke kontrakan Suridan menyampaikan agar merawat anaknya tersebut. Namun, Surimenolak. Akibat penolakan tersebut, keduanyacekcok. Emosi Yusrial memuncak dan menusuk perut Suri dengan sebilah pisau. Kemudian Yusrial nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan senjata tajam yang telah digunakannya untuk membunuh istri sirinya itu.

Mendengar ribut-ribut, anak kandung Suri yang bernama Putri masuk ke dalam rumah dan melihat ibunya sudah bersimbah darah. Putri menjerit histeris dan meminta pertolongan kepada warga. Masyarakat pun berdatangan dan sekitar pukul 17.00 WIB datang anggota kepolisian tiba di lokasi. Selanjutnya kedua jasad korban dibawa ke RS M. Natsir.

Suriantina meninggalkan tiga orang anak dari suami pertamanya. Sedangkan Yusrial meninggalkan satu orang anak dari istri pertamanya.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan petugas. Motif pasti di balik peristiwa berdarah ini masih didalami,” ungkap AKP Denny Akhmad.

Menurut informasi yang didapat, pasangan suami-istri tersebut tinggal di rumah kontrakan di Saok Laweh, Kecamatan Kubungsejak tahun 2017 silam. (wan)