18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

2,5 Ton Pupuk Subsidi Tanpa Dokumen Diamankan

PAYAKUMBUH, KP- Diduga hendak dijual ke kawasan Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, sekitar 2,5 ton pupuk bersubsidi jenis SP-36 yang dibawa tersangka NPE (28 tahun) warga Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota,diamankan Tim Satreskrim Polres Payakumbuh di Jalan Bypas Simpang Empat Parik, Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh, Senin malam (2/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Tersangka NPE yang mengaku sudah berulangkali membawa pupuk bersubsidi itu dibawa ke Mapolres Payakumbuh untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk 1 unit mobil Daihatsu Grand Max warna Hitam BM 9970 TG dengan muatan 50 karung pupuk.

Kepada polisi, tersangka yang nekat melakukan perbuatan melawan hukum karena terdesak kebutuhan biaya kuliah adiknya itu menyebutkan pupuk yang dibawa tanpa dokumen itu milik seseorang di Pariamandan hendak diantar ke Kabupaten Limapuluh Kota dengan upah angkut sebesar Rp800.000.

Kapolres PayakumbuhAKBPAlex Prawira melalui Kasat ReskrimAKPM. Rosidi didampingi KBO Satreskrim Ipda Eridal dan Kanit 1 Reskrim Ipda Aiga Putra, Selasa (3/11), menerangkan terungkapnya kasus itu setelah pihaknya menerima dari masyarakat.

Atas perbuatannyatersangka terancam hukuman 6 tahun penjara karena melanggar Perpu Nomor 8 Tahun 1962, Permendag RI Nomor15/M-DAG/PER/4/2013, Perpres Nomor 15 Tahun 2011,dan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 Tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi.

“Saat ini tersangka dan Barang Bukti (BB) pupuk 2,5 ton serta satu unit kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengangkut pupuk diamankan di Mapolres Payakumbuh,” pungkas AKP M. Rosidi. (dst)