18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

BENTUK SYUKUR BERCOCOK TANAM DUA KALI SETAHUN, Pemerintah dan Masyarakat Talu Gelar Panen Raya

SIMPANGEMPAT, KP – Lebih dari 90 persen petani di Talu sudah menerapkan tanam padi dua kali setahun. Pasalnya, petani di Talu sebelumnya hanya bertanam sekali dalam setahun. Sehingga, kelompok tani di wilayah tersebut mengungkapkan syukur dengan berzakat dan makan bersama dalam rangkaian acara Malapeh Niaik Kawua Panen Raya Nagari Talu yang digelar pada Senin(2/11) di halaman rumah gadang Jorong Patomuan Nagari Talu Kecamatan Talamau.

Rasa sukur kelompok tani di Kecamatan Talamau diwujudkan dengan mengundang Pjs Bupati Pasbar Hansastri, anggota DPRD Provinsi Sumbar Yunisra Syahiran, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar Syafrizal, Anggota DPRD Pasbar Sifrowati Yulianto, Muhammad Guntara, Baharuddin R, Serli Puspita Sari, Adriwilza, Kemenag Pasbar Muhammad Nur, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sukarli, Kepala OPD, camat dan stakeholder terkait lainnya.

Dari data yang disampaikan jumlah lahan sawah di Kecamatan Talamau saat ini mencapai 1.160 ha dan lebih dari 90 persen sudah bertanam dua kali dalam setahun. Kekompakan masyarakat Talu dengan niniak mamak, alim ulama, Pemerintah setempat sangat terjalin dengan baik.

Dalam Sambutan Pjs Bupati Pasbar, Hansastrimengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh petani di Talamau. Karena, selama ini petani di Talamau bertanam hanya sekali setahun. Hal ini membuktikan, Dinas Pertanian baik provinsi maupun Kabupaten Pasbar telah berhasil memberikan penyuluhan kepada petani.

“Kami mengapresiasi semangat dan prestasi dari para petani di Talamau yang selama ini panen hanya sekali setahun. Maka hari ini dibuktikan untuk panen dua kali setahun. Untuk itu, dari Pemkab Pasbar juga akan memberi semangat dan motivasi dengan memberikan bantuan bibit padi sebanyak 6000 ton lebih kepada Kelompok Tani yang ada di Talamau,” kata Hansastri.

Selain itu, Pemda juga mengapresiasi petani yang telah menunaikan zakatnya. Karena hal itu merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas panen yang berlimpah dan dua kali dalam setahun.

“Kami juga mengapresiasi kepada petani yang telah mampu berzakat kepada Baznas. Semoga ini bisa dipertahankan serta dipelihara jika reski kita tetap mengalir,”imbau Hansastri.

Hansastri juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan tetap menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan.

“Kecuali kalau ibu dan bapak semuanya di sawah. Kalau sedang keluar rumah seperti ke pasar wajib pakai masker. Untuk melindungi saudara kita, keluarga kita dan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat. Karena, kasus positif Covid-19 setiap hari selalu meningkat,”tandas Hansastri.

Sementara itu,Tuanku Bosa Talu Fadlan Maalip menyampaikan bahwa di Talu sudah membuktikan keraguan selama ini jika bisa mewujudkan impian bersama dengan bercocok tanam dua kali setahun.

“Alhamdulillah, apresiasi kepada petani juga ditunjukkan oleh anggota dewan kita dengan memberikan alat pertanian hantraktor, benih. Semoga dengan ini petani kita semakin semangat lagi, begitu juga dengan membayar zakat,”kata Tuanku Bosa Talu Fadlan Maalip.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Zulfikar yang juga ketua panitia. Di Talamau kelompok tani mencapai 30 Keltan dengan lebih dari 1500 orang kelompok tani dan sebanyak 500 orang sudah berzakat.

“Kami mengucapkan rasa sukur atas apa yang telah kami raih dengan cara berzakat. Ini tidak terlepas dari bimbingan Tuanku Bosa dan Dinas Pertanian yang telah meyakinkan kami untuk bertanam dua kali setahun. Selain itu, kami juga mengharapkan perhatian pemerintah dengan bantuan pupuk subsidi dan alat pertanian. Karena, pupuk sangat kami butuhkan,”harap Zulfikar. (rom)