21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Gubernur Irwan Prayitno Sampaikan Klarifikasi Tentang Pesta Pernikahan Anaknya

PADANG, KP – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bakal menggelar pesta pernikahan anaknya Ibrahim Irwandengan Nabila Amandaselama tiga hari berturut-turut, 6-8 November 2020. Helatan pesta pernikahan ini pun kemudian menuai kisruh. Selain diadakan di masa pandemi covid-19 dan upaya Pemprov Sumbar memutus mata rantai penularan, ‘alek’ ini juga diadakan tiga hari menjelang berlakunya surat edaran Plt Walikota Padang tentang larangan mengadakan pesta pernikahan di masa pandemi covid-19.

Spekulasi beragam pun berkembang di tengah masyarakat. Banyak publik menilaisurat edaran yang ditandatangani Plt Walikota Padang tertanggal 12 Oktober 2020 tentang larangan mengadakan pesta pernikahan di masa pandemi covid-19 itusengaja mulai diberlakukan pada 9 November 2020, lantaran tiga hari sebelum itu Gubernur Sumbar akan melangsungkan pesta pernikahan anaknya.

Menyadari persepsi publik tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan klarifikasi terkait pernikahan anaknya. Irwan Prayitno meluruskankeluarganya telah berencana jauh hari untuk mengadakan pesta nikah yaitu pada 4,5,6 Desember. Rencana itu dibuat sebelum Pemko Padang melarang mengadakan pesta pernikahan mulai 9 November 2020 mendatang.

“Begitu keluar Surat Edaran Walikota Padang tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha, maka kami sekeluarga sepakat memajukan persta pernikahan pada 6-8 November 2020,” kata Irwan Prayitno usai memimpin Apel Bersama Ikrar Netralisasi ASN di lapangan kantor gubernur, Selasa (3/11), sebagaimana dirilis Humas Pemprov Sumbar.

Gubernur menegaskantidak ada konspirasi terkait keputusan Pemko Padang tersebut. Bahkan ia mengaku telah sempat mencetak undangan untuk acara pada Bulan Desember 2020.

“Jadi tidak benarkalau kami melakukan konspirasi bersama Pemko Padang. Adanya SE Walikota itu, kami kembali mengadakan rapat dan memutuskan untuk memajukan pernikahan anak kami,” ujarnya.

Terkait pernikahan anaknya itu pada masa pandemi covid-19, Irwan Prayitno menjelaskan pernikahan dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan yang ketat. “Jadi saya sebagai orangtua bertanggung jawab memberikan kesempatan untuk anak kami menikah, tapi pernikahan itu kita atur sesuai protokol kesehatan,” tuturnya.

Rencananya resepsi pernikahan akan dilangsungkan dengan aturan protokol covid-19 bagi para undangan yang datang. Dimana tamu hanya diberikan nasi kotak untuk dibawa pulang. Selain itu panitia juga tidak menyediakan meja. Kemudian untuk ucapan selamat kepada pengantin, tamu undangan diminta hanya memberikan salam santun tanpa bersentuhan. Masker juga disediakan bagi yang tidak bawa masker dan hand sanitizer (cuci tangan) disediakan di beberapa titik tempat acara.

Lebih lanjut dijelaskannya, undangan dibuat tiga hari (6-8 November) agar tidak terjadi kerumunan dan kedatangan tamu dibagi per jam. Setiap undangan yang hadir memiliki jadwal yang berbeda.

“Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per hari dan per jam jumlah tamu dibatasi,” ungkap Irwan Prayitno.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Setda Pemprov Sumbar Hefdi mengatakanpesta tersebut akan digelar di Auditorium Gubernuran di Jalan Jenderal Sudirman, Padang.

Untuk diketahui, akad nikah anak keenam Irwan Prayitno, Ibrahim Irwan, sudah dilakukan pada akhir Agustus lalu. Momen akad nikah itu juga diunggah akun Instagram @irwanprayitno.“Alhamdulillah, hari ini anak saya yang ke-6, ananda Ibrahim Irwan, ST dengan ananda Nabila Amanda, B.Commun., S.Sos telah selesai melaksanakan akad nikah. Proses akad alhamdulillah berjalan lancar. Dengan saksi nikah Gubernur DKI, Bapak Anies Baswedan dan Bapak Sandiaga Uno, serta nasehat pernikahan oleh Bapak Ary Ginanjar,” tulis Irwan Prayitno dalam postingannya itu.

“Mohon maaf dalam pelaksanaan tidak bisa mengundang banyak tamu, dikarenakan memperhatikan Protokol Covid yang berlaku,” imbuhnya.

SE WALIKOTA PADANG

Sebagaimana diketahui, Pemko Padangmenerbitkan surat edaran tentang larangan mengadakan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha di Kota Padang. Surat edaran tersebut diterbitkan menyusulsemakin tingginya angka penularan covid-19 di Kota Padang. Surat bernomor 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 itu, mulai berlaku pada Senin depan (9/11).

Terdapat enam poin penting tercantum dalam Surat Edaran yang ditandatangani Plt Wali Kota Padang Hendri Septa tertanggal 12 Oktober 2020 itu. Poin pertama jelas menyebutkan melarang mengadakan pesta pernikahan baik di gedung, maupun di rumah terhitung semenjak tanggal 9 November 2020. Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan, cukup melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Di poin kedua, disebutkan bagi masyarakat yang melanggar ketentuan angka I, akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Poin ketiga, bagi pelaku usaha khususnya kafe, restoran, rumah makan, karaoke, bar, diperbolehkan beraktivitas dengan ketentuan jumlah kursi 50 persen dari kapasitas ruangan dan membuat pembatas atau jarak antar kursi dengan tetap melakukan protokol kesehatan dan mengutamakan layanan bawa pulang

Poin keempat menyebutkan, bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan itu, maka akan dikenakan sanksi berupa teguran tertulis, atau denda administratif paling sedikit Rp1.500.000 dan paling banyak Rp2.500.000. Dan, mencabut surat edaran Walikota Nomor 870.392/BPBD-Pdg/VI/2020 tanggal 12 Juni 2020 tentang pelaksanaan pesta perkawinan dalam masa pola hidup baru untuk poin kelima. Dan poin ke enam berbunyi, dalam hal penyebaran COVID-19, sudah menurun atau dapat dikendalikan, Pemerintah Kota Padang akan meninjau surat edaran ini.

“Bagi masyarakat yang kedapatan melakukan pesta pernikahan maka akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Larangan melaksanakan pesta pernikahan, mulai diterapkan pada 9 November 2020 mendatang. Berdasarkan SE tersebut masyarakat dilarang melaksanakan pesta perkawinan di Gedung, Convention Centre, di rumah atau tempat-tempat lainnya,” tutur Plt Walikota Padang Hendri Septa.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di Kantor KUA, rumah ibadah, atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.”Kepada para camat dan lurah serta RT dan RW, saya berharap untuk menyosialisasikan surat edaran Walikota Padang tersebut kepada masyarakat banyak. Kita tentunya tidak berharap masyarakat terkejut dan merasa tidak tahu dengan adanya SE tersebut,” kata Hendri Septa. (mas/rol)