18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Inflasi Sumbar Oktober 2020 Berada di Atas Nasional

PADANG, KP – Bank Indonesia mencatat indeks harga konsumen di Sumatra Barat (Sumbar) pada Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen atau berada di atas angka nasional yang hanya 0,07 persen.

“Inflasi di Sumbar disumbang oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan mulai dari cabai merah, cabai hijau, petai, jeruk hingga bawang merah,” kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Selasa (3/11).

Ia mengungkapkan, peningkatan harga cabai merah disebabkan oleh kurangnya pasokan dari petani lokal maupun dari Pulau Jawa akibat tingginya curah hujan di beberapa wilayah.

“Komoditas petai dan jeruk turut menyumbang inflasi terutama disebabkan oleh peningkatan permintaan dan keterbatasan pasokan di masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan kenaikan harga komoditas cabai hijau dan bawang merah didorong oleh keterbatasan pasokan di tengah tingginya curah hujan yang mengganggu proses produksi maupun distribusi.

Di sisi lain mengacu pada data yang dihimpun dari BPS Sumbar inflasi tertahan oleh penurunan beberapa komoditas pangan yaitu ayam hidup, telur ayam ras, dan kentang.

Sementara kelompok lain yang turut menyumbang inflasi yaitu kelompok pendidikan dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen disebabkan oleh kenaikan biaya akademik atau perguruan tinggi.

Ia menyampaikan dalam pengendalian inflasi di daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan berbagai upaya pengendalian inflasi.

Adapun upaya pengendalian inflasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat antara lain monitoring harga bahan pangan strategis di pasar tradisional maupun retail modern, mendorong petani untuk tetap berproduksi di tengah penurunan permintaan dan harga beberapa komoditas pangan agar pasokan tetap tercukupi.

Kemudian monitoring pasokan bahan pangan dan pengawasan bersama Satgas Pangan, mendorong penjualan bahan pangan TTIC melalui media penjualan online hingga melakukan pemantauan kelancaran logistik bahan pangan terutama di tengah Pandemi Covid-19.

Berikutnya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk belanja bijak dan tidak menimbun barang, meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan anggota TPID lainnya.

Sebelumnya memasuki pekan keempat Oktober 2020 harga cabai merah di Pasar Raya Padang mengalami kenaikan sebesar Rp8.000 per kilogram dari Rp32 ribu menjadi Rp40 ribu.

Terpisah salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Ilma mengatakan harga cabai naik karena minimnya pasokan dari petani.Tidak hanya itu harga cabai rawit juga naik dari Rp22.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. (ant)