9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Keltan Tanjung Harapan Kembangkan Kebun Apel Pertama di Solok

SOLOK, KP – Selain dikenal sebagai daerah tambang dan penghasil kopi jenis unggul, saat ini Nagari Surian mulai dikenal dengan nagari penghasil apel, sebagaimana Kota Malang. Budidaya apel tersebut dikembangkan Kusmaji, pemuda asal Malang, Jawa Timur yang merupakan ‘Rang Sumando’ masyarakat Surian. Ia juga merupakan Ketua Kelompok Tani (Keltan) Tanjung Harapan di bawah binaan langsung Anggota DPRD Kabupaten Solok, Harry Pawestrie.

Saat ini, pohon apel yang dikembangkannya di Jorong Koto Tinggi, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin baru sekitar 700 batang dengan luas lahan sekitar satu hektare. Sedangkan jumlah anggota Keltan sebanyak 33 orang dan berdiri sejak tahun 2009 silam. Di mana jenis apel yang dikembangkan merupakan varietas atau segala jenis apel, seperti Manalagi, Anna dan Rome Beauty.

Menurut Kusmaji, jenis apel Manalagi, pepohonannya bisa menghasilkan rata-rata seberat 14 kg sekali petik per batangnya. “Untuk jenis yang kedua yakni apel Anna, pepohonannya bisa menghasilkan rata-rata seberat 11 kg. Sementara jenis apel Merah atau Rome Beauty, pepohonannya bisa menghasilkan rata-rata seberat 12 kg,” tutur Kusmaji, Senin (2/11).

Lebih jauh dijelaskannya, ketiga apel tersebut biasanya dikembangkan di Malang, untuk itu dirinya bersama Keltan Tanjung Harapan mencoba mengembangkan ketiga jenis apel tersebut dan sukses. “Kami juga berterimakasih kepada pak Harry Pawestrie yang sudah membantu suksesnya pengembangan apel di surian ini,” ujarnya.

“Apel Malang merupakan tanaman dengan sistem penyerbukan silang. Setiap pohon akan menghasilkan berat buah berbeda dan harganya juga berbeda. Setiap pohon bisa menghasilkan buah apel seberat 10 hingga 12 kg untuk kelas campuran,” terangnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Solok Harry Pawestrie, mengaku bangga dengan kemajuan yang dicapai Keltan Tanjung Harapan, karena bisa membudidayakan apel Malang di Ranah Minang. “Sebenarnya alam Kabupaten Solok sangat cocok dengan pengembangan apel Malang, karena daerahnya dingin dan dataran tinggi, termasuk di daerah Gunung Talang,” ungkapnya.

Sedangkan Bupati Solok H. Gusmal, memberi apresiasi kepada Keltan Tanjung Harapan yang dibina langsung anggota DPRD kabupaten Solok, Harry Pawestrie. “Sebenarnya bumi Solok sangat subur dan bisa tumbuh berbagai jenis tanaman. Sayang potensi itu belum kita maksimalkan karena memang kita masih kurang SDM dan dana. Namun kita harapkan, ke depan hal ini bisa dicarikan jalan keluarnya bersama-sama, ” sebut Bupati.

Kemudian Bupati juga berharap agar apel tersebut bisa dikembangkan di nagari lain di Kabupaten Solok oleh Kelompok Tani di bawah binaan Dinas Pertanian. “Semoga ke depan apel ini bisa kita kembangkan di daerah kita dan Dinas Pertanian bisa membinanya,” tukasnya. (wan)