9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Terkait Status Terabaikan, Karyawan PT BTN Datangi Gedung DPRD Pasbar

SIMPANGEMPAT, KP – Sekitar 100 orang karyawan dari Perusahaan Kelapa Sawit PT Bintara Tani Nusantara mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat (Pasbar) di Padang Tujuh Kecamatan Pasaman, guna menyampaikan aspirasinya terkait status mereka sebagai karyawan yang kini terabaikan.

Koordinator Aksi dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) PT BTN, Hendrik Hutagalung menyampaikan, kedatangan mereka kali ini untuk menuntut hak mereka sebagai pekerja yang dieksploitasi perusahaan. “Kami hanya dijadikan ‘sapi perah’ oleh perusahaan selama ini. Kami merasa terhina, sudah empat bulan gaji kami tidak dibayarkan,” ujarnya dalam orasinya di Halaman Gedung DPRD Pasbar, Senin (2/11).

Selain itu ia juga menyampaikan, tunjangan kematian dan cacat kerja tidak dibayarkan pihak perusahaan, dengan dalih tidak memiliki administrasi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). “Disnaker Pasbar tidak memihak kepada kami sebagai pekerja dan kami menyatakan Disnaker merupakan antek-antek perusahaan,” lanjutnya.

Ia menilai, pihak Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) tidak pernah memperhatikan para karyawan dan buruh yang ada di PT BTN sehingga nasib karyawan dan buruh seperti hari ini (Senin-red). “Kadisnaker datang ke PT BTN hanya sampai meja manajer dan tidak pernah ingin tahu kondisi dan status kami sebagai pekerja,” ujar Hendrik.

Ditegaskannya, pihak PT BTN membiarkan untuk memperkerjakan anak di bawah umur. Buktinya ketika mandor datang ke lapangan mengecek pekerjaan, melihat ada anak-anak yang ikut bekerja malah dibiarkan begitu saja. “Anak-anak kami harus menjadi generasi penerus bangsa bukan generasi pengutip brondolan,” pungkasnya. (rom)