PELATIHAN PENGELOLA HOMESTAY, Kadis Parpora Bukittinggi : Manajemen Homestay Harus Lebih Modern

admin

BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bukittinggi melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi  Pengelola Homestay DAK Non Fisik Pelayanan Kepariwisataan 2020. Pelatihan yang diikuti 40 orang peserta dari pengelola Home Stay itu diadakan selama 3 hari dan dibuka secara resmi oleh PJS Walikota Bukittinggi diwakili Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga H. Supadria, di Santika Hotel, Selasa (3/11).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi, H. Supadria mengatakan, melalui pelatihan itu manajemen homestay harus dikelola lebih modern. Jika Homestay berkembang, maka dapat mengantisipasi keluhan pengunjung. Yang mana homestay merupakan salah satu usaha akomodasi berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar destinasi wisata. Homestay memanfaatkan rumah tempat tinggal yang disewakan kepada tamu. Istimewanya, tamu dapat berintegrasi dengan pemilik homestay serta beraktivitas sesuai apa yang dilakukan tuan rumah.

“Kita berharap, homestay jangan lagi dikelola secara konvensional. Homestay juga harus mampu menambah daya tarik. Homestay memiliki kelebihan dengan adanya interaksi pengelola dan pengunjung. Walaupun tradisional, manajemen homestay  harus lebih moderen. Jadi, homestay juga lebih familiar,” ujar Supadria yang turut didampingi Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hj. Suzi Yanti.

Dikatakannya, akulturasi budaya dan transformasi ilmu juga terjadi di homestay. Homestay juga lebih fleksibel. Ke depan, pemasaran atau promosi homestay harus berbasis IT atau digital. “Karena itu, perlu peningkatan kompetensi pengelola homestay di Bukittinggi ini. Homestay harus lebih moderen dan berbasis digital. Artinya, pengelola bisa memaksimalkan konsep manajemen digital. Untuk itu, kualitas manajemen dan pelayanannya perlu peningkatan. Kota Bukittinggi merupakan tujuan wisata. Kita harapkan masyarakat  atau pelaku wisata bisa membaca peluang ini. Sektor pariwisata perlu dikeroyok secara bersama. Pembenahan dan peningkatan sangat dibutuhkan terutama manajemen, kelembagaan dan SDM,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Homestay  Kota Bukittinggi, Muhammad Subari menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, tingkat hunian homestay meningkat. Jumlah homestay di Bukittinggi bertambah disebabkan keterbatasan kamar hotel dan citarasa wisatawan yang mulai bergeser dari cara menginap di hotel ke homestay. “Kamar di homestay maksimum enam kamar. Jumlah homestay di Bukittinggi yang telah terdaftar di Asosiasi Homestay Bukittinggi sebanyak 54 buah. Saat ini, aturan baru tentang bagaimana homestay, jumlah kamar dan sebagainya belum ada,” terangnya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi pengelola homestay ke depan adalah mereka dapat mengedepankan Sapta Pesona dan melengkapi amenitas (kelengkapan homestay)  sesuai standarisasi. Pengelola homestay  harus bersinergi dengan pelaku pariwisata untuk pengembangan produk homestay dan promosi.

“Khusus selama masa pandemi, tingkat hunian berkurang. Keluhan dari pengelola rata-rata sama. Homestay juga sudah melaksanakan Protap Covid-19. Kendala utama dari homestay saat ini adalah jumlah tamu atau hunian. Untuk saran Disparpora, bisa kita laksanakan. Bahkan, promosi melalui media sosial sudah dilakukan. Sekarang, kita sedang menggunakan media offline berhubungan dengan travel agent dan pelaku pariwisata lain. Konsep digital sudah dilakukan. Pengurus juga telah melaksanakan pelatihan-pelatihan dan lebih memfokuskan kepada peng embangan,” pungkasnya. (eds)

Next Post

PILKADA BUKITTINGGI, Paslon Ramlan-Syahrizal Ingin Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pembangunan UKM Centre

BUKITTINGGI, KP – Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi nomor urut satu H. Ramlan Nurmatias dan H. Syahrizal (RaSya), ingin memperkuat ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif melalui pembangunan pusat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Centre. Namun dalam pembangunan soal ekonomi kerakyatan, harus melibatkan seluruh masyarakat.  Oleh karena itu […]