27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PILKADA BUKITTINGGI, Paslon Ramlan-Syahrizal Ingin Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pembangunan UKM Centre

BUKITTINGGI, KP – Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi nomor urut satu H. Ramlan Nurmatias dan H. Syahrizal (RaSya), ingin memperkuat ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif melalui pembangunan pusat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Centre. Namun dalam pembangunan soal ekonomi kerakyatan, harus melibatkan seluruh masyarakat. 

Oleh karena itu kata Ramlan Nurmatias, diperlukan menata pedagang kaki lima agar tetap bersih, rapi dan estetis. Pedagang kali lima adalah sektor riil yang akan dibina secara baik dengan memfasilitasi pedagang kali lima dalam modal usaha melalui program kemitraan. 

“Untuk mencapai sesuai harapan, maka UKM Centre akan dibangun Media Promosi, Informasi UKM, Workshop, Packaging House dan Balai Diklat serta menata pedagang kaki lima. Kemudian mempermudah UKM serta pedagang kaki lima dalam memperoleh modal usaha melalui program kemitraan,” Ujar Ramlan Nurmatias dalam dialog dan silaturahmi dengan Pelaku UKM dan pedagang kaki lima dari Pasar Lereng, Pasar Ateh, Pasar Bawah dan Pasar Aur di Posko Pemenangan RaSya di Manggis Bukittinggi, Selasa malam (3/12).

Terhadap adanya isu bahwa misi dan visi Paslon RaSya akan menggusur kaki lima di Pasar Bukittinggi. Walikota Bukittinggi non aktif itu membantah keras terhadap tudingan yang dilontarkan pihak lain dalam masa kampanye Pilkada Bukittinggi 2020. 

“Tidak benar adanya tudingan miring seperti itu. Kami akan menata pedagang kaki lima jadi teratur dan tertata rapi, memang ada menjadi program Pemko Bukittinggi dalam RPJMD 2015-2020. Namun menggusur pedagang kaki lima tidak ada dalam pikiran saya. Saudara bisa lihat apakah selama tahun ini ada kebijakan saya yang menggusur pedagang kaki lima,” tegas Ramlan disambut tepuk tangan riuh pedagang kaki lima yang hadir dari berbagai pasar di Bukittinggi.

Lebih Lanjut Ramlan menegaskan keberpihakan dirinya terhadap pelaku UKM dan pedagang kaki lima untuk bersama membangun UKM, Koperasi dan pedagang kaki lima menuju pembangunan berbasis IT dengan perkembangan teknologi. “Kita akan mendorong arah Pembangunan UKM dan koperasi setya usaha kaki lima lainnya berbasis IT karena harus disejalankan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, dalam agenda pembangunan ekonomi dan investasi harus bermuara kepada pembelaan usaha UMKM dan koperasi dan pedagang kami lima. Maka untuk mencapai hasil maksimal, semua potensi harus digerakkan. Di antaranya tatakelola BUMD harus ditingkatkan yang profesional, bebas KKN dan mandiri. Termasuk memberikan kemudahan seluruh administrasi perizinan. 

Lanjutnya, jika bicara kemitraan, pihaknya membuat kebijakan membantu pedagang dan UMKM melalui program bantuan pembiayaan secara non profit lewat Baznas dengan nama Mikrofinacial Desa (MFC) yang sudah berjalan dua tahun lalu. Sedangkan melalui perbankan, pihaknya juga sudah membuka kerjasama dalam bentuk pinjaman lunak dengan program pinjaman mikro pada Bank Nagari dan BPR Jam Gadang. 

“Jadi kalau sekarang orang bicara pinjaman lunak atau pinjaman tanpa bunga, kita sudah dorong dalam program Mikro Financial Desa di Baznas melalui dana hibah yang kita titipkan di Baznas. Untuk program kemitraan kita juga sudah bicara dengan pimpinan Bank Nagari dan BPR Jam Gadang untuk memfasilitasi pinjaman yang tentu dengan syarat tertentu,” ulasnya.

Selain itu dalam pertemuan tersebut juga terjadi dialog antara pedagang kaki lima dengan Pasangan calon Rasya. Satu demi satu pertanyaan para pedagang dijawab oleh Rasya (Ramlan-Syahrizal). Dan dalam pertemuan itu Pasangan rasya juga mohon doa restu kepada para pedagang. (eds)